Apa itu UI/UX?

Apa itu UI/UX? Perusahaan IOT Indonesia


Apa itu UI/UX?


UI (User Interface) dan UX (User Experience) adalah 2 konsep yang biasanya sering digunakan pada bidang desain, terutama pada sebuah desain produk digital seperti website, aplikasi mobile, dan produk digital lainnya. Tetapi, apa sih perbedaan dari UI dan UX itu? Berikut penjelasannya

 

UI merujuk pada tampilan visual dan antarmuka user, yang berisi elemen-elemen desain seperti layout, warna, ikon, tipografi, dan juga beberapa komponen interaktif seperti tombol, menu, dan form. UI memiliki tujuan untuk membuat antarmuka pengguna yang menarik, mudah untuk dipahami, dan mudah ketika dioperasikan. 

 

Sedangkan UX (User Experience) merujuk pada pengalaman para user secara menyeluruh saat menggunakan produk digital, mencakup beberapa aspek seperti kemudahan saat digunakan, kecepatan, efisiensi, aksesibilitas, dan kepuasan para user. UX sendiri bertujuan untuk memastikan user merasa puas, mudah, dan terbantu saat menggunakan produk digital tersebut. 

 

Oleh karena itu, keduanya saling terkait satu sama lain dan sama pentingnya dalam mendesain sebuah produk digital. UI yang menarik dan memiliki fungsionalitas yang tinggi dapat menarik minat pengguna, dan UX yang baik bisa memberikan pengalaman user yang memuaskan. Ketika kedua hal yang baik ini dikombinasikan, maka akan tercipta sebuah produk digital yang sukses dan diminati oleh banyak orang. 

 

Dapat disimpulkan dari penjelasan di atas bahwa UI dan UX memiliki tujuan desain yang berbeda, namun masih ada beberapa perbedaan lagi antara UI dan UX, simak penjelasan berikut ini tentang perbedaan UI dan UX yang lebih rinci!

 
  1. Proses Desain yang Berbeda

Karena memiliki tujuan desain yang berbeda, tentunya proses desain keduanya juga berbeda. Proses desain UX biasanya didasarkan pada riset pengguna, sehingga dapat menghasilkan sebuah produk yang dibutuhkan dan juga digemari para target audiens. Proses tersebut juga dilakukan dengan banyak tahap serta membutuhkan peran dari berbagai pihak.

Setelah melakukan riset, para desainer akan membuat sebuah sketsa desain menggunakan wireframe dan prototype.

Desain UI juga membutuhkan sebuah riset mendalam, tetapi riset yang dilakukan adalah sebuah riset desain supaya dapat menciptakan desain yang menarik dan sesuai dengan konsep. Karena hal ini, para desainer perlu membuat model desain berupa mockup terlebih dahulu.
 

  1. Komponen Desain

Komponen yang diperlukan dalam mendesain UI berfokus terhadap keindahan tampilan. Beberapa komponen UI yaitu gambar, warna, animasi video, tombol, tipografi, dan masih banyak lagi.

Sedangkan komponen dari desain UX berisi seluruh komponen di dalam produk, seperti struktur dari desain, fitur yang disediakan, dan navigasi. Disamping beberapa hal tersebut, terdapat juga branding, interface, dan copywriting. Maka, dibutuhkan sebuah kerjasama tim supaya dapat menciptakan sebuah desain produk yang menarik.

 
  1. Tools Yang Digunakan

Jika proses desain dari UI dan UX berbeda, tentu tools yang digunakan untuk membuat desain juga berbeda. Untuk seorang desainer UI, keindahan gambar adalah suatu hal yang sangatlah penting. Karena itu, mereka membutuhkan aplikasi yang mampu menunjang pembuatan desain antarmuka secara jelas.

Di sisi lain, para desainer UX butuh suatu aplikasi untuk membuat prototype desain agar lebih mudah dalam mendapatkan feedback dari para pengguna. 
 

  1. Skill Yang Dibutuhkan

Untuk menjadi seorang desainer UI ataupun UX, skill yang dibutuhkan sangat berbeda. Skill penting yang dibutuhkan untuk menjadi seorang desainer UI antara lain design branding, graphic design, creative thinking, dan convergent thinking. 

Beberapa skill tersebut setidaknya harus anda miliki sebagai seorang desainer UI agar dapat membuat tampilan produk anda terlihat lebih menarik serta dapat memudahkan interaksi yang dilakukan oleh para pengguna.

Sementara itu, para desainer UX diharuskan membuat produk yang didasarkan dengan pendekatan pengguna supaya dapat lebih mudah untuk digunakan. Oleh karena itu, mereka diharuskan memiliki skill analytical thinking (berpikir secara analitik), riset, critical thinking (berpikir kritis), problem solving (penyelesaian masalah), dan juga creative thinking (berpikir kreatif).


Workflow atau Alur Kerja Design UI/UX

Berikut adalah beberapa workflow / alur kerja dari desain UI dan UX :

  1. Riset UX

Riset UX adalah sebuah tahap awal untuk membuat sebuah desain produk yang baik. Riset ini dilaksanakan supaya para desainer UX dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh para pengguna. 

Contohnya, ketika anda ingin membuat sebuah website belanja online, anda harus mengetahui terlebih dahulu seperti apa kebiasaan atau rutinitas orang saat sedang berbelanja, cara pembayaran yang paling disukai, dan masih lebih banyak lagi.

Seorang UX Researcher dapat melakukan riset UX dengan beberapa cara, 

baik dengan sebuah survey online ataupun melalui user interview. Data yang dikumpulkan juga bisa berupa data kuantitatif dan kualitatif.

 
  1. Membuat Information Architecture

Jika riset UX sudah selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah membuat sebuah information architecture atau biasa disebut dengan IA produk. Information Architecture adalah sebuah proses menyusun struktur dari berbagai bagian dalam aplikasi dan website. IA mampu memudahkan tim untuk memahami konsep dari sebuah produk.

Pada proses pembuatan IA ini, anda akan membutuhkan hasil dari riset UX yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil dari riset tersebut bisa anda dapatkan dengan sebuah metode yang bernama card sorting, dimana metode tersebut dapat memilah serta menentukan buyers persona (pesona pembeli). Hasil dari riset tersebut dapat memudahkan anda untuk membuat struktur produk yang didasarkan pada perspektif para pengguna.  

 
  1. Membuat Wireframe

Proses selanjutnya yaitu membuat sebuah wireframe, wireframe adalah proses membuat sketsa visual dari sebuah produk. Sketsa visual ini juga dapat menunjukkan alur informasi kepada para pengguna supaya mereka dapat menggunakan produk tersebut. Pada proses inilah para UX designer berperan dalam merancang desain produk.

Proses ini mencakup pembuatan sketsa produk yang kemudian dikembangkan menjadi suatu produk. Wireframe juga dapat membantu beberapa tim termasuk tim desainer, tim content, dan developer dalam memvisualisasikan tampilan produk.
 

  1. Mengatur UX Flows

Berikutnya, anda perlu untuk mengatur alur tentang bagaimana produk tersebut akan digunakan oleh para pengguna. Alur tersebut dibuat berdasarkan pendekatan UX supaya nantinya para pengguna dapat menggunakan produk anda dengan nyaman.

Alur tersebut juga harus didokumentasikan agar para developer dapat mengembangkan produk dengan mudah nantinya.
 

  1. Membuat Sebuah Prototype Desain UX 

Setelah mengatur UX Flows, tahap selanjutnya adalah membuat prototype desain yang sesuai dengan wireframe dan UX flows yang sudah dibuat. Anda dapat membuat prototype desain menggunakan aplikasi seperti MockPlus, Invision, Adobe XD, dan aplikasi lain sejenisnya. 

Internal tim dapat melakukan uji coba pada prototype desain tersebut dan akan dilakukan sebuah perbaikan jika diperlukan. Bila prototype desain tersebut telah lolos uji coba oleh internal tim, anda dapat menguji prototype tersebut kepada para pengguna. 
 

  1. Membuat Design System

Tahap selanjutnya yaitu membuat design system. Design System dibuat dengan tujuan untuk menyimpan seluruh komponen desain, terutama komponen dari desain UI seperti icon, font, color palette, dan komponen lainnya di dalam sebuah library tertentu. Dalam tahap ini, akan memerlukan kolaborasi antara desainer UI dan developer. Desainer UI akan membuat elemen desain, sedangkan developer akan membuat komponen-komponen library menggunakan HTML, CSS, Javascript, dll. 

Dengan keberadaan design system ini, akan membuat proses desain menjadi lebih cepat dan efisien karena elemen desain telah tersedia.

 
  1. Membuat Design User Interface

Dalam tahap ini, seorang UI designer akan mulai membuat desain tampilan produk yang menarik. Pada tahap ini juga dilakukan penerapan wireframe yang sudah dibuat sebelumnya.

UI designer akan mulai menghiasi dengan palette warna, tipografi, dan juga transisi antar halaman dengan menggunakan beberapa elemen yang sudah dibuat. Pada tahap ini desainer juga harus memperhatikan prinsip desain UI.

 
  1. Pengembangan Produk oleh Developer

Berikutnya adalah tahap pengembangan produk oleh developer. Dalam tahap ini, desain yang telah lolos dari uji coba dan didesain oleh desainer UI akan dikembangkan oleh tim developer.

Walaupun telah masuk pada tahap developing, tugas para desainer UI dan UX belum berakhir. Para developer masih bisa berkolaborasi dan melakukan komunikasi dengan tim desainer supaya dapat terus mengatasi permasalahan bersama bila ditemukan adanya kendala.

 
  1. Design Usability Test

Bila suatu produk tercipta dengan sebuah tampilan yang baik, maka produk tersebut sudah dapat dirilis. Tetapi sebelum benar-benar dirilis kepada publik, produk tersebut perlu melalui sebuah proses uji coba yang dilakukan dengan cara memberikan skor pada setiap fitur desain produk. 

Setelah proses uji coba selesai dilakukan, desain tersebut akan mendapat kritik dan saran dari para pengguna. Selanjutnya desain tersebut akan dites dan direvisi kembali sampai menjadi suatu desain yang nyaman dan dibutuhkan oleh para pengguna.

 

Itu tadi adalah beberapa penjelasan mengenai UI dan UX serta Alur Kerjanya, dapat disimpulkan bahwa UI dan UX adalah dua komponen penting yang berada di dalam suatu website atau aplikasi.

Artikel Terbaru