Trend Terbaru Dari Sistem Point of Sales ( POS )

Trend Terbaru Dari Sistem Point of Sales ( POS ) IOT Indonesia

Sejarah Singkat Sistem POS

POS adalah suatu sistem yang digunakan dalam sebuah bisnis untuk membantu mempermudah transaksi kepada pelanggan, mencatat kegiatan penjualan, ataupun sebagai bahan pembuatan laporan dan juga membantu perusahaan dalam melakukan analisa. Pada awalnya mesin kasir muncul dilatarbelakangi karena adanya kesulitan dalam menghitung untung rugi dalam bisnis dan pada tahun 1878 James Jacob Ritty. Namun, pada saat itu mesin kasir yang ditemukan oleh James Jacob Ritty masih sangat sederhana yang mana mesin kasir tersebut masih terbuat dari kotak kayu dengan tujuh roda angka di atasnya. Saat seorang penjual melakukan penjualan, dia akan menekan sebuah tombol, dan roda- roda angka akan berputar menunjukkan jumlah uang yang diterima. Setelah selesai, hasil penjualan akan tercetak pada selembar kertas di bagian belakang mesin kasir.
Mesin kasir tersebut kemudian dijual kepada John H. Patterson pada tahun 1884, dan Patterson kemudian memodifikasi mesin tersebut sehingga dapat lebih efisien dan praktis digunakan. Modifikasi ini meliputi penambahan sebuah tombol untuk mencetak struk pembayaran dan juga sebuah laci untuk menyimpan uang kembalian. Mesin kasir buatan Patterson ini kemudian menjadi dasar untuk mesin kasir modern yang digunakan di seluruh dunia saat ini.

Mesin kasir yang sering kita lihat saat ini sebenarnya adalah perkembangan mesin kasir jaman dahulu yang mana sistem yang kita temui saat ini merupakan bentuk perkembangan yang lebih canggih dari mesin kasir jaman dahulu. Mesin kasir saat ini merupakan mesin kasir berbasis komputer yang dikenal dengan sistem POS dengan tambahan hardware pendukung seperti monitor display, printer kasir, keyboard POS, customer display dan POS software. Dan sistem POS itu sendiri dikeluarkan oleh perusahaan IBM pada tahun 1973.

Perbedaan Antara Mesin Kasir Dengan Sistem POS

Lalu apa sih sebenarnya perbedaan mesin kasir dengan Point of Sales itu ?
Perbedaannya yaitu terletak pada fungsi atau fitur yang diberikan dari kedua alat tersebut. Mesin kasir merupakan sebuah hardware yang bekerja secara manual dan hanya berfungsi untuk mencatat penjualan dan menyimpan uang tunai saja serta untuk fitur-fitur yang ada pada mesin kasir itu sendiri masih sangat terbatas sekali. Sedangkan sistem Point of Sales merupakan sebuah sistem yang terbangun dari gabungan antara perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang mana sistem POS ini lebih memiliki banyak sekali fungsi dan fitur yang dimiliki jadi jadi secara singkat sistem POS lebih memiliki banyak kegunaan dan bisa melakukan berbagai pekerjaan di bagian kasir dibandingkan dengan mesin kasir.

Trend Terbaru Sistem POS

Namun, perkembangan sistem POS itu hanya sampai disitu saja ? Jawabannya, tentu saja tidak. Sistem POS itu dikembangkan secara terus menerus mengikuti dan menyesuaikan dengan kebutuhan jaman. Sistem POS yang ada saat ini sudah sangat canggih dan bisa melakukan banyak hal tidak seperti saat pertama kali dikeluarkan. Bahkan sekarang sistem POS ini memiliki tren terbaru yang sangat diminati oleh para pelaku bisnis. Saat ini banyak sudah banyak sekali bermunculan jenis-jenis aplikasi POS yang lebih canggih dan lebih modern tentunya. Berikut beberapa jenis aplikasi POS:

1. Cloud-Based POS

Cloud based POS merupakan salah satu aplikasi yang dikembangkan dari sistem POS sesuai dengan namanya cloud aplikasi POS yang satu ini merupakan sistem POS online yang mana semua data yang ada tersimpan di suatu sistem cloud yang dapat diakses melalui jaringan internet dan browser. Lebih jelasnya Cloud-based point of sale (POS) adalah sistem manajemen penjualan yang berbasis cloud yang memungkinkan bisnis untuk memproses transaksi penjualan mereka secara elektronik dan menyimpan data transaksi tersebut di server jarak jauh (cloud). Dalam sistem ini, data penjualan, stok barang, informasi pelanggan, dan informasi lainnya tersimpan di server cloud, dan dapat diakses oleh pengguna dari perangkat apa pun yang terhubung ke internet.

Keuntungan dari penggunaan cloud-based POS adalah kemampuan untuk mengakses data transaksi dari mana saja dan kapan saja, memungkinkan manajemen bisnis untuk melacak inventaris dan performa penjualan mereka secara real-time. Selain itu, cloud-based POS juga memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai fitur dan integrasi aplikasi dengan mudah, termasuk pilihan integrasi dengan perangkat lunak akuntansi dan manajemen stok. Kelebihan saat kita menggunakan aplikasi POS berbasis cloud ini sebagai berikut:

Aksesibilitas yang fleksibel: Karena data tersimpan di server cloud, pengguna dapat mengakses data transaksi mereka dari mana saja dan kapan saja, asalkan mereka terhubung ke internet. Ini memungkinkan bisnis untuk memantau dan mengelola penjualan mereka secara real-time.

Skalabilitas: Cloud-based POS dapat dengan mudah ditingkatkan atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan bisnis. Sebagai contoh, jika bisnis tumbuh dan memerlukan sistem POS yang lebih besar, bisnis dapat dengan mudah menambahkan lebih banyak pengguna atau fitur ke sistem cloud-based POS mereka tanpa harus membeli perangkat keras baru.

Ketersediaan: Server cloud biasanya sangat andal dan tersedia sepanjang waktu, sehingga bisnis tidak perlu khawatir tentang downtime atau kehilangan data.

Integrasi dengan aplikasi bisnis lainnya: Sistem cloud-based POS dapat dengan mudah diintegrasikan dengan perangkat lunak akuntansi dan manajemen stok lainnya, sehingga memungkinkan bisnis untuk memperoleh informasi yang akurat dan terintegrasi dari berbagai sistem bisnis mereka.

Keamanan data: Data transaksi dan informasi pelanggan dienkripsi dan disimpan di server cloud yang aman, sehingga bisnis tidak perlu khawatir tentang keamanan dan kerahasiaan data mereka.

Mudah digunakan: Cloud-based POS seringkali memiliki antarmuka pengguna yang intuitif dan mudah digunakan, sehingga tidak memerlukan pelatihan khusus bagi pengguna.

Namun, tidak dapat dipungkiri kalau aplikasi POS berbasis cloud ini masih memiliki beberapa kekurangan seperti ketergantungan pada koneksi internet, cloud-based POS memerlukan koneksi internet yang stabil untuk dapat digunakan. Jika koneksi internet terputus, maka bisnis tidak dapat mengakses data transaksi atau melakukan transaksi penjualan, yang dapat berdampak pada kehilangan penjualan. Biaya bulanan, layanan cloud-based POS seringkali memerlukan biaya bulanan yang perlu dibayar oleh bisnis. Meskipun biaya bulanan ini mungkin lebih murah daripada investasi awal dalam sistem POS tradisional, namun biaya bulanan ini dapat terus bertambah seiring dengan kebutuhan bisnis. Keterbatasan fitur, cloud-based POS mungkin tidak memiliki semua fitur yang dibutuhkan oleh bisnis. Beberapa fitur mungkin harus ditambahkan sebagai fitur tambahan atau dibeli melalui aplikasi pihak ketiga. Masalah privasi dan keamanan data, karena data transaksi bisnis disimpan di server cloud, ada risiko privasi dan keamanan data yang perlu diperhatikan. Ada kemungkinan data dapat dicuri atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang jika sistem keamanan tidak memadai. Serta keterbatasan akses offline, koneksi internet yang stabil diperlukan untuk mengakses sistem cloud-based POS. Jika tidak ada koneksi internet yang tersedia, pengguna mungkin tidak dapat mengakses data transaksi atau melakukan transaksi penjualan.

2. Conventional POS

Conventional point of sale (POS) adalah sistem manajemen penjualan tradisional yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang terinstal di tempat fisik bisnis. Sistem ini umumnya terdiri dari perangkat keras seperti komputer, scanner barcode, printer struk, dan mesin kasir yang terhubung dengan perangkat lunak POS yang diinstal pada komputer lokal.

Dalam sistem conventional POS, data penjualan dan informasi pelanggan disimpan pada server lokal, dan hanya dapat diakses oleh pengguna yang terhubung ke jaringan lokal bisnis. Sistem ini umumnya memerlukan investasi awal yang lebih besar daripada cloud-based POS, karena bisnis harus membeli dan memasang perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan di lokasi fisik bisnis.
Meskipun sistem conventional POS mungkin kurang fleksibel dan lebih mahal daripada cloud-based POS, system ini masih digunakan oleh banyak bisnis karena kehandalannya, kemampuan untuk berfungsi tanpa koneksi internet yang stabil, dan kemampuan untuk menangani volume transaksi yang besar dengan cepat dan efisien.

3. Mobile POS

Mobile point of sale (mPOS) adalah sistem manajemen penjualan yang memungkinkan penjual untuk menerima pembayaran dari pelanggan menggunakan perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. mPOS dapat berupa perangkat lunak atau aplikasi yang diinstal pada perangkat mobile, yang memungkinkan penjual untuk mengambil pembayaran kartu kredit atau debit secara real-time dengan menggunakan alat pembayaran kartu yang terhubung ke perangkat mobile.
mPOS biasanya digunakan oleh bisnis yang bergerak di bidang retail, restoran, atau jasa, yang memerlukan kemampuan untuk menerima pembayaran di lokasi yang berbeda, seperti di luar toko atau di lokasi pelanggan. mPOS memungkinkan penjual untuk mengakses informasi pelanggan dan data penjualan secara real-time, yang memungkinkan bisnis untuk merespon kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat dan efisien.

Keuntungan utama dari mPOS adalah mobilitas dan fleksibilitas yang ditawarkan. Bisnis dapat mengambil pembayaran di mana saja dan kapan saja, tanpa perlu mengandalkan perangkat keras atau perangkat lunak yang terinstal di lokasi bisnis. Hal ini memungkinkan bisnis untuk memperluas jangkauan mereka, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Namun, mPOS juga memiliki beberapa kelebihan, seperti keterbatasan dalam menangani volume transaksi yang besar dan risiko keamanan data yang lebih tinggi karena penggunaan perangkat mobile. Meskipun demikian, mPOS tetap menjadi solusi pembayaran yang populer dan semakin banyak digunakan oleh bisnis kecil dan menengah.

4. Self-Service POS

Self-service point of sale (SSPOS) adalah sistem manajemen penjualan yang memungkinkan pelanggan untuk memproses sendiri pembayaran mereka tanpa interaksi langsung dengan kasir atau pegawai toko. SSPOS biasanya dilengkapi dengan perangkat lunak dan perangkat keras yang ditempatkan di tempat-tempat tertentu di dalam toko, seperti meja kasir mandiri atau mesin self-checkout. Pelanggan dapat memilih produk yang ingin mereka beli dan memproses pembayaran menggunakan metode pembayaran yang tersedia, seperti kartu kredit atau debit, e-wallet, atau pembayaran mobile. SSPOS juga dapat dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan seperti pencarian produk, pilihan bahasa, dan promosi produk. Keuntungan utama dari SSPOS adalah meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya untuk bisnis. SSPOS memungkinkan bisnis untuk mengurangi waktu yang diperlukan untuk melayani pelanggan, mengurangi biaya operasional dengan mengurangi jumlah kasir yang dibutuhkan, dan meningkatkan kecepatan layanan pelanggan.

Namun, SSPOS juga memiliki beberapa kelemahan, seperti biaya awal yang tinggi untuk menginstal dan mengkonfigurasi sistem, serta risiko keamanan data yang lebih tinggi karena pelanggan harus memasukkan informasi pribadi mereka sendiri ke dalam sistem. Selain itu, SSPOS mungkin tidak cocok untuk semua jenis bisnis, terutama bagi bisnis yang lebih kecil atau yang lebih fokus pada pengalaman layanan pelanggan yang personal dan interaktif.
Meskipun demikian, SSPOS tetap menjadi solusi manajemen penjualan yang populer dan semakin banyak digunakan di sektor ritel dan layanan, terutama di negara-negara maju.

Itulah beberapa informasi mengenai perkembangan dari sistem Point of Sales. Dari informasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa berkat kecanggihan teknologi sistem kasir yang begitu menyusahkan pelaku bisnis dapat dilakukan lebih mudah, cepat, tepat, dan efisien sehingga meningkatkan produktivitas dari suatu perusahaan. Dari informasi tersebut pun kita dapat mengambil suatu pesan bahwa kita pun harus bisa dengan cerdas beradaptasi dengan masa yang tidak mungkin akan stuck pada satu perkembangan saja. Karena dengan kecerdasan beradaptasi itulah yang akan menyelamatkan kita dari ketertinggalan masa.

Artikel Terbaru