Nanamia Pizzeria, Restoran Pizza Favorit di Jogja - Kuliner Autentik Khas Eropa Asia

Nanamia Pizzeria, Restoran Pizza Favorit di Jogja - Kuliner Autentik Khas Eropa Asia Perusahaan IOT Indonesia

Bulan ramadhan adalah salah satu bulan dimana kita bisa menggunakan jurus “aji mumpung” iya mumpung pas kumpul semua, mumpung pas bulan ramadhan, mumpung ada waktu, mumpung pas di rumah, mumpung pas ketemu, dan masih banyak aji mumpung lain yang digunakan oleh orang-orang untuk mengajak teman atau keluarga buka bersama dan kumpul bersama. Karena di bulan ini kebanyakan umat muslim sering mengadakan acara bukber, maka tak heran jika selama bulan ramadhan banyak tempat kuliner yang penuh disaat menjelang buka puasa.

Di Wilayah Yogyakarta sendiri setiap bulan ramadhan banyak sekali tempat makan yang sangat ramai dan dijadikan tempat tujuan berbuka puasa. Salah satu restaurant favorit contohnya yang sekarang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat Yogyakarta terlebih di kalangan mahasiswa yaitu restoran pizza favorit Jogja yang bernama “Nanamia Pizzeria”.

Perjalanan Bisnis Nanamia Pizzeria

Nanamia Pizzeria ini merupakan salah satu restoran pizza yang ada di Yogyakarta. Restoran ini sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu yang didirikan oleh sepasang suami istri yakni Ibu Nana yang dan suaminya yang berdarah asli Jerman, Bapak Matias. Ibu Nana dan Bapak Matias sempat beberapa tahun tinggal di Jerman dan pernah pindah tinggal beberapa tahun tinggal di negara Italia lalu pindah ke Yogyakarta dan mendirikan industri kuliner autentik khas Eropa di wilayah Jl.Mozes Gatotkaca B13 Gejayan pada tanggal 10 September 2007.

Pada awalnya restoran ini hanya berupa warung kuliner biasa yang menyewa satu ruko. Namun, dari awal restoran ini sudah mengusung tema unik dengan open kitchen yang mana proses pengolahan makanan bisa langsung disaksikan oleh para pengunjung dan juga mereka membawa nuansa autentik Eropa Asia. Menurut dari salah satu karyawan yang bekerja di restoran pizza tersebut, mengatakan kalau nama restoran ini diambil dari nama sang istri yaitu Ibu Nana yang dinamakan menjadi “Nanamia Pizzeria” nama tersebut diambil dari bahasa Italia yang berarti “Restoran Pizza Milik Ibu Nana”.

Pada zaman dahulu dapur dari restoran ini terletak di luar namun, saat ini restoran itu sudah di renovasi menjadi lebih unik lagi dan dapur yang awalnya terletak diluar sekarang sudah dipindahkan kedalam dan tungku yang digunakan pada saat dulu memanggang pizza masih ada dan dibiarkan berada di luar bekas dapur yang dahulu. Tungku tersebut sekarang dinamakan Tungku Sejarah yang mana menurut salah seorang karyawan tersebut menyebutkan kalau tungku tersebut merupakan salah satu saksi bisu perjalanan bisnis dari restoran Nanamia Pizzeria ini.

Saat ini restoran pizza ini sudah berkembang sangat baik yang awalnya hanya mempunyai satu ruko sekarang restoran ini sudah memiliki cabang di daerah Jl. Tirtodipuran. Tak hanya itu di sebelah restoran pusat ini terdapat toko yang menjual rempah-rempah, bumbu-bumbu, dan juga bahan mentah dari Eropa dan Asia jadi, untuk para pelanggan yang ingin mencoba untuk mengolah masakan khas Eropa bisa membeli bahan-bahanya di toko tersebut. Selain itu restoran ini juga sering membuka cooking class untuk para pelangganya. Awalnya cooking class ini hanya dibuka untuk anak usia 5 - 10 tahun saja namun, pada bulan Februari tahun 2023 bertepatan dengan hari Valentine restoran ini membuka cooking class untuk usia dewasa, yang mana kemarin kelas ini dibuka untuk pasangan-pasangan yang ingin belajar membuat pizza khas Italia ini dari awal hingga akhir.

Menu Makanan Nanamia Pizzeria

Selain itu ada fakta menarik lainya dari restoran ini yaitu untuk setiap menu yang ada di restoran ini diracik sendiri oleh Bapak Matias yang dahulu juga menjadi chef di restoran ini. Menu-menu di restoran ini adalah makanan khas tradisional Italia, teknik serta bumbu yang digunakan untuk pengolahan menunya pun khas tradisional Italia bahkan ada beberapa bahan yang dibeli langsung dari Italia. Teknik pembuatan Pizzanya pun masih sangat tradisional sekali yaitu masih diolah menggunakan tangan dan dipanggang menggunakan tungku sama seperti teknik pembuatan pizza yang dilakukan oleh orang Italia zaman dahulu.

Untuk menu di restoran ini masih sama seperti restoran modern ataupun restoran-restoran barat yang membagi menu makanannya menjadi 3 bagian yakni menu pembuka, menu utama, dan menu penutup. Makanan pembuka di restoran ini dinamakan dengan menu “Appetizer” yang mana menu pembuka ini terdiri dari beberapa kelompok menu antipasti, salad, dan sup. Rata-rata yang ada di menu antipasti ini adalah menu camilan tradisional khas Italia. Menu salad yang ada di restoran ini karena restoran ini terinspirasi dari menu health yang biasanya dikonsumsi oleh orang eropa oleh karena itu mereka membuat menu ini. Dan ada menu sup yang disajikan di menu pembuka. Sup yang ada di restoran ini bukan hanya sup yang berbahan dasar sayur saja namun, restoran ini juga menyediakan sup yang berbahan dasar seafood.

Menu Utama Nanamia Pizzeria

Di restoran Nanamia Pizzeria ini ada menu Maincourse yang mana menu ini disebut juga dengan makanan utama. Menu maincourse ini terdiri dari panini, pasta, dan pizza. Di menu Panini ini terdapat berbagai macam makanan seperti burger namun roti yang yang digunakan adalah roti khas dari italia. Nanamia ini juga menyediakan berbagai aneka macam pasta dari berbagai toping dan juga rasa. Pasta yang ada di restoran ini terdiri dari pasta vegetarian, pasta yang topinya seafood, ataupun pasta pedas bagi yang pecinta rasa pedas. Cabai atau paprika yang digunakan pada menu olahan di restoran ini juga adalah paprika import yang langsung didatangkan dari Italia. Selanjutnya di restoran ini juga menyediakan menu pizza dengan 2 ukuran yaitu ukuran Reguler berdiameter 25 cm dan ukuran large berdiameter 30 cm sama halnya dengan pasta tadi pizza juga menyediakan berbagai macam rasa dan juga toping. Ada pizza dengan topping vegetarian, daging, jamur, ataupun seafood dan juga topping pedas. Jadi untuk pelanggan yang datang bisa memilih pizza sesuai dengan seleranya masing-masing dan sangat cocok dengan lidah orang indonesia yang kebanyakan suka pedas.

Menu terakhir yang ada di restoran ini yaitu menu penutup atau yang biasanya sering kita sebut dengan dessert. Sama halnya dengan restoran-restoran lain yang mengusung tema modern ataupun tema-tema autentik eropa. Di Nanamia mereka juga menyediakan menu dessert sebagai penutup hidangan mereka. Namun, di restoran ini menu dessert tersebut masuk kedalam menu dolci yang mana menu dolci ini terdiri dari cake, cheesecake, gelato, dan juga puding. Jadi pelanggan bisa dengan bebas memilih dessert mana yang paling disukai. 

Soal rasa pada menu di restoran ini kental dengan rasa khas tradisional makanan Italia. Untuk pizzanya juga tidak sama dengan pizza-pizza modern pada umumnya. Pizza yang ada di Nanamia ini adalah pizza otentik khas Italia jadi, pizzanya benar-benar masih pizza tradisional orang Italia. Terlebih lagi pizza Carne, pizza carne ini memiliki topping tomato sauce, mozzarella, potongan daging ayam, potongan bawang, beef salami, minced beef. Secara keseluruhan pizza ini memiliki cita rasa khas pizza tradisional Italia yang mana roti pizzanya ini dipanggang kering dan kriuk tidak seperti pizza modern pada umumnya untuk olahan toppingnya menurut saya tidak terlalu seperti khas makanan Italia karena hanya berbahan dasar saus tomat dan keju mozzarella jadi untuk rasa topping pizzanya ini masih bisa diterima oleh lidah orang Indonesia. Tapi untuk saya yang lebih suka pizza yang masih sedikit basah, saya kurang suka pizza khas tradisional negara Italia ini karena kulit pizzanya yang sangat kering dan kriuk terlebih lagi untuk sausnya juga dibuat kering dan meresap ke kulit pizzanya tapi kalau soal rasanya overall enak dan benar-benar seperti makanan tradisional khas Italia.

Selanjutnya ada menu Cannelloni Al Tonno makanan ini berbahan dasar olahan ikan tuna yang dibalut dengan homemade cannelloni yang tuangi saus creme dan lelehan keju mozzarella. Untuk rasa dari olahan ikan tunanya ini menurut saya sangat enak namun, untuk orang Indonesia yang baru pertama kali mencoba makanan Eropa akan tidak suka dengan makanan yang satu ini karena rasa dari saus creme yang sedikit aneh menurut saya. Saus creme ini terasa sedikit hambar seperti susu yang kental akan tetapi tidak manis dan untuk keju mozarellanya juga tidak meleleh dengan sempurna jadi masih ada beberapa bagian keju yang masih menggumpal dan tidak meleleh. Untuk orang yang sudah terbiasa dengan makanan eropa mungkin akan suka dengan menu yang satu ini karena untuk olahan tunanya sangat enak. 

Ada juga menu dessert dolci yakni Dolce Vita Cioccolato. Dolce Vita Cioccolato adalah dessert role chocolate cake yang diberi topping potongan strawberry dan ice cream vanilla. Untuk saya yang suka sekali dengan cake dan juga ice cream, saya sangat suka dengan menu yang satu ini untuk ice cream vanillanya pas tidak terlalu manis dan juga sangat harum vanilla dan untuk roll chocolate cakenya juga enak sekali. coklatnya yang banyak dan lumer sekali di mulut dan rasa cakenya yang enak tidak terlalu manis namun, masih tetap terasa vibes cake chocolatenya saat dimakan itu yang menambah cita rasa dari dessert ini. Plating dari dessert ini juga sangat cantik jadi untuk menu yang satu ini rating dari saya 9,5/10.

Kualitas Pelayanan Nanamia Pizzeria

Selain menu-menu yang dihidangkan di restoran ini terbilang unik karena banyak mengambil dari makanan tradisional khas Italia. Yang tak kalah menarik dari itu adalah pelayanan dari restoran ini yang sangat menjunjung tinggi pelayanan terbaik untuk pelanggan. Pelayan di restoran ini saya akui mempunyai attitude dan tutur kata yang sangat baik pada saat melayani pelanggan. Menurut saya restoran ini sukses mendidik para attitude para karyawannya. Pada saat saya menghubungi pihak restoran melalui via chat untuk reservasi tempat saya mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari admin restorannya saya mendapat bantuan bagaimana sistem reservasi tempat dan pemesanan menu makanannya serta admin yang melayani reservasi tempat pun sangat teliti dan juga detail saat mencatat pesanan dari para pelangganya. Kemudian pada saat saya tiba di restoran pizza ini saya langsung disambut dengan sangat ramah oleh karyawan yang berjaga di pintu masuk, dan ditanya apakah saya sudah reservasi sebelumnya atau belum. Setelah itu saya dipandu untuk konfirmasi reservasi tempat dan ditunjukkan tempat duduk yang telah disiapkan oleh karyawan lainya. Karyawan yang ada di restoran ini juga sangat membantu dan cekatan sekali dalam melayani pelanggan. Seperti saat saya kemarin meminta tolong kepada salah satu karyawan untuk mengambilkan foto mereka dengan senang hati membantu dan saya meminta waktu untuk sedikit berbincang mengenai sejarah perjalanan bisnis dari restoran ini pun mereka dengan sopan merespon dan menjelaskan tentang sejarah perkembangan dari restoran ini. Untuk pelayanan restoran ini saya memberi rating 9,8/10.

Perkembangan Teknologi Di Nanamia Pizzeria

Perkembangan dan kemajuan yang terjadi pada restoran Nanamia Pizzeria pun tak luput dari peran sang pendiri restoran yakni Ibu Nana dan Bapak Matias yang sudah sangat melek akan teknologi dan sadar akan pentingnya teknologi sebagai salah satu strategi bisnis. Menurut salah seorang karyawannya restoran Nanamia Pizzeria ini sudah menjadi mitra di berbagai platform seperti Go Food, Shopee Food, Grab Food, dan masih banyak lagi. Jadi untuk pelanggan yang tidak mempunyai kesempatan untuk berkunjung langsung ke restoran ini namun, ingin memesan pizza Ibu Nana ini bisa melalui platform yang sudah disebutkan tadi di atas yakni Go Food, Shopee Food, dan Grab Food. Dengan bekerjasama sebagai mitra seperti itu memudahkan restoran ini memberikan dan meningkatkan pelayanannya kepada seluruh pelanggannya di penjuru Yogyakarta. 

Tak hanya itu saja di restoran ini juga sudah menyediakan berbagai macam jenis pembayaran. Para pelanggan yang terbiasa tidak mempunyai uang cash atau sering disebut dengan cashless mereka dapat membayar melalui E-wallet seperti Ovo. Tak hanya e-wallet saja restoran ini juga menyediakan berbagai jenis pembayaran lainya seperti scan barcode ataupun pembayaran melalui kartu debit. Namun, untuk pembayaran melalui kartu debit di restoran ini baru melayani kartu debit BCA dan BRI saja jika para pelanggan tidak memiliki kartu BCA ataupun BRI nantinya akan dikenakan biaya charge service untuk beda bank.

Restoran Nanamia Pizzeria ini juga sudah menggunakan sistem informasi manajemen kasirnya menggunakan sistem POS. Yang mana, sistem ini sangat membantu restoran tersebut untuk memanajemen arus transaksi kasir dan pembukuan perusahaan. Nah, mungkin itu lah beberapa hal unik dan menarik dari restoran pizza Nanamia Pizzeria. Buat teman-teman yang penasaran seperti apa restoran tersebut langsung saja datang ke tempatnya untuk alamatnya bisa diakses melalui website resmi Nanamia Pizzeria.

Artikel Terbaru