Mengenal Barcode Scanner dan Perbedaannya dengan QR Code

Mengenal Barcode Scanner dan Perbedaannya dengan QR Code Perusahaan IOT Indonesia

Dalam dunia bisnis, alat yang disebut dengan barcode scanner sudah tidak asing lagi, terutama bagi pegawai yang menerima uang dalam jumlah tertentu, atau yang biasa dikenal dengan kasir.
 
Bagi kasir, menggunakan aplikasi barcode scanner mutlak diperlukan agar transaksi belanja menjadi lebih mudah dan cepat. Sebelum menggunakan barcode scanner, kasir akan memasukkan data penjualan secara manual menggunakan nama atau kode produk. Bagi Anda yang masih awam mengenai barcode scanner, mari simak artikel di bawah ini!
 

Apa Itu Barcode?

 
Sebelum membahas lebih jauh tentang penggunaan barcode scanner, ada baiknya kita mengenal lebih jauh apa yang disebut dengan barcode. Barcode adalah kode untuk angka dan huruf yang terdiri dari kombinasi bar (garis) dengan spasi yang berbeda. Ini adalah cara memasukkan data ke dalam komputer.
 
Barcode tidak berisi informasi deskriptif tentang produk, hanya enkripsi beberapa nomor. Setelah kasir memindai nomornya, kode tersebut secara otomatis terhubung langsung ke informasi produk. Hasil barcode scanner tersebut berisikan data-data dari berbagai produk seperti nama vendor, nama produk, harga dan data pendukung lain.
 

Apa Perbedaannya dengan QR Code?

 
Tidak seperti barcode yang hanya menyimpan teks dan angka, QR Code dapat menyimpan lebih banyak informasi daripada data dalam berbagai format atau multimedia. Berbagai format data yang dapat disimpan dalam QR Code meliputi alamat email, nama, informasi detail, situs web, foto, video, dan lainnya. Selain itu, QR Code juga memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dan dapat meminimalisir kesalahan data.
 
Penerapan QR Code dalam operasional sehari-hari dapat digunakan secara luas untuk hal-hal digital seperti pembayaran merchant, media sosial atau tujuan pemasaran, tujuan pendidikan seperti daftar hadir dan verifikasi data, dan tujuan publik yang dapat membantu masyarakat.
 

Barcode Scanner

 
Dalam hal ini, komputer tidak dapat secara langsung membaca informasi yang terdapat dalam barcode, sehingga kode yang ada harus ditangkap dan diterjemahkan ke dalam format data yang dapat dibaca oleh komputer. Alat yang dapat membacanya dan mengirimkannya ke komputer disebut dengan Barcode scanner.
 

Bagaimana Cara Barcode Bekerja?

 
Sistem kerja scanner barcode terdiri dari mengambil simbol, memindai dan mengubah barcode menjadi data listrik dan mengirimkannya ke komputer dalam format data sederhana. Berupa gagang berisi laser berwarna merah, merupakan bentuk scanner barcode. Laser di alat ini dirancang untuk memindai barcode pada kemasan produk.
 
Alat ini tersedia untuk mengidentifikasi produk yang dijual di minimarket atau toko lainnya sehingga proses jual beli menjadi lebih mudah dan cepat.
 

Apa Saja Fungsi Barcode?

 
Walaupun hanya berupa deretan baris dengan kode angka atau huruf di bawahnya, barcode memiliki fungsi yang cukup banyak lho. Dalam buku Bisnis Ritel Strategi Marketing Visual Merchandising oleh Sri Sunartini menjabarkan fungsi-fungsi barcode sebagai berikut :
 
- Memiliki fungsi yaitu membaca kode berupa garis tebal vertikal atau kotak lalu menerjemahkannya dalam bentuk angka layaknya pembaca barcode.

- Mempermudah proses pembayaran, dalam hal ini kasir tidak perlu memasukkan informasi produk satu per satu, kini Anda hanya perlu memindai barcode dengan aplikasi atau scanner khusus.

- Menyimpan semua informasi tentang produk atau produk berbeda yang ditandai dengan kode batang, kode batang berisi informasi tentang tanggal penggunaan terakhir produk, kode produksi, dan nomor identifikasi produk.

- Berisi beberapa informasi detail mengenai produk, sehingga barcode produk juga bisa menjadi pembeda atau pengenal dari produk aslinya.
 

Kenapa Harus Menggunakan Barcode?

 
- Alasan penggunaan barcode adalah agar kode lebih mudah dikenali. Operator dan kasir bekerja lebih mudah dan cepat karena tidak perlu menerjemahkan dengan membaca arti dari setiap lini produk satu per satu.

- Menghapus penyimpanan data dengan pemindai kode batang yang sangat akurat dan presisi. Ini membuat entri data lebih mudah daripada metode tradisional atau manual.

- Memasukkan data berulang kali tidak membutuhkan banyak energi dibandingkan dengan cara tradisional atau cara lama. Ini membuat perangkat cocok untuk menghitung di toko.
 
- Data dan riwayat penjualan yang akurat tersedia untuk membantu pemilik toko mengantisipasi di masa mendatang dan membuat keputusan dengan lebih mudah. Lebih mudah untuk mengetahui produk mana yang sedang diobral dengan promosi dan diskon dan harga jualnya meningkat.
 

Apa Perbedaan Barcode Scanner Dengan QR Code?

 
Barcode scanner adalah perangkat yang banyak digunakan untuk mengurutkan berbagai produk berdasarkan jenis, nilai, dan harga. Sedangkan pada QR code lebih modern karena dapat memuat lebih banyak informasi dan mudah dibaca di perangkat pintar.
 

Berbagai Jenis Scanner Barcode 

 
Jenis barcode scanner mempunyai perbedaan dalam hal membaca maupun mengkodekan sebuah barcode. Berikut perbedaan dari jenis-jenis barcode scanner :
 
1. Barcode Wands atau Pen Type Readers
 
Jenis barcode ini memiliki photodiode di dekat ujung pena. Kemudian kode secara stabil berpindah ke semua bar saat membaca. Kode juga dapat mengukur intensitas cahaya yang dipantulkan dari sumber cahaya.
 
Kemudian menghasilkan bentuk gelombang yang cocok dengan lebar batang dan spasi dalam kode. Mengirim gelombang ke dekoder dan menerjemahkan serta mengirimkannya ke komputer dalam format data sederhana dilakukan oleh Barcode scanner.
 
2. Laser Scanner Barcode L
 
Pengoperasiannya hampir sama dengan jenis pena, tetapi menggunakan sinar laser sebagai sumber cahayanya, yaitu laser barcode scanner yang tidak dapat ditolak. Baik cermin prisma maupun kaca bolak-balik digunakan saat memindai laser yang melintasi kode batang.
 
3. CCD Scanner Barcode
 
Menggunakan beberapa array sensor cahaya dalam barcode scanner di mana bentuk kecil sejajar dengan pada ujungnya. Barcode yang dihasilkan dan dikirimkan ke komputer berupa tegangan. Bergelombang, sesuai untuk bar dan ruang.
 
Barcode scanner memeriksa perbedaan CCD, scanner code laser dan scanner code pena adalah CCD yang mengukur bentuk cahaya yang dipancarkan oleh kode bar.
 
Pengukuran pantulan cahaya pada frekuensi tertentu berasal dari scanner itu sendiri menggunakan pena atau laser scanner code.
 
4. Camera Based Barcode Scanner

Barcode Scanner ini berbasis kamera video kecil untuk menangkap gambar sebagai barcode. Teknologi pemrosesan gambar digital digunakan untuk memecahkan kode kode bar tersebut.
 
5. Hands Free Scanner
 
Jenis barcode scanner ini sangat handal, tahan lama, serbaguna, dan dapat mendukung produktivitas dengan sejumlah kecil karyawan bahkan dengan jumlah besar juga. Barcode scanner ini dapat ditempatkan di lokasi yang memudahkan pengguna memindai dengan kedua tangan.
 
6. Barcode Decoder
 
Jenis ini adalah penerjemah komputer karena jenis ini dapat menerjemahkan data barcode ke dalam format data yang dapat dikenali dan dibaca oleh komputer. Dekoder barcode diperlukan jika Anda menggunakan barcode scanner yang merupakan pemindai non-kode (yang tidak dapat menerjemahkan barcode). Bahkan, beberapa pengguna lebih suka menggunakan pemindai non-kode jenis barcode scanner yang dilengkapi dengan unit barcode decoder untuk melepas pemindai dan digunakan dengan barcode terminal portable.
 
7. Barcode Terminal Portable / Portable Data Terminal (PDT)
 
Tipe ini merupakan perangkat yang menggunakan baterai dan menyimpan data di memori untuk diunduh, sehingga sangat cocok untuk penggunaan mobile. PDT tidak hanya berupa pemindai, tetapi juga dilengkapi dengan layar LCD dan keyboard, yang memudahkan pengguna menyelesaikan pemindaian dan memasukkan data sebagai respons ke komputer.
 
8. Wireless/Cordless Barcode Scanner
 
Barcode scanner jenis ini sangat cocok untuk perusahaan industri besar karena sistemnya bekerja secara wireless dan memiliki efisiensi dan efektifitas yang sangat baik. Faktanya, Barcode scanner bertipe wireless adalah pilihan yang lebih disukai untuk perusahaan industri besar.
 
9. Wearable Barcode Scanner
 
Jenis barcode scanner ini sering digunakan dalam dua cara. Pertama, scanner diaktifkan dengan menunjuk barcode dan memindai dengan jari Anda, menekan pelatuk atau trigger scanner, atau kedua, meletakkan pemindai di stand dan meletakkan barcode tepat di depan pemindai, maka scanner akan memindai secara otomatis
 

Apa Saja Jenis-Jenis Barcode?

 
Penggunaan barcode scanner untuk kebutuhan toko tentunya akan memberikan efek positif bagi kinerja kasir dan operator sehingga lebih cepat. Barcode yang terdapat pada barcode mengingatkan konsumen akan keamanan produk.
 
Barcode tidak hanya untuk kebutuhan toko, tetapi juga dapat digunakan untuk produk lain atau keperluan lainnya. Berikut jenis-jenis barcode yang perlu Anda ketahui :
 
1. Barcode untuk Produk Ritel
 
Pusat perbelanjaan sudah banyak menggunakan barcode pada produknya karena sangat mudah digunakan dan lebih efisien. Sistem pembacaan barcode dikembangkan oleh Bernard Silver dan Norman J. Woodland.
 
Dengan sistem Universal Price Code (UPC) sering digunakan untuk produk retail di supermarket. Saat ini, barcode banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan barcode untuk packaging dengan jenis barcode ITF-14 adalah barcode interleaved two of five. Biasanya, produk dalam jumlah besar ditandai dengan 14 angka pada sebuah kardus karton.
 
2. Barcode Penerbitan
 
Saat Anda membeli buku, majalah, novel, buku sekolah, buku cerita anak, buku bergambar, dan sebagainya di toko buku, Anda akan menemukan sebuah kode. Pembeli akan menemukan secara internasional.
 
Barcode scanner adalah kode yang juga disertakan dalam penerbitan. Kode itu disebut International Standard Book Number (ISBN) atau Nomor Seri Standar Internasional atau ISSN dan terletak di sampul belakang buku.
 
3. Barcode untuk Keperluan Farmasi
 
Farmasi menggunakan barcode untuk mengidentifikasi obat yang berbeda. Barcode yang umum digunakan adalah Health Industry Barcode (HIBC), yang dimulai dengan tanda +. Selain itu, kode tersebut memiliki 24 karakter yang terdiri dari huruf dan angka. Oleh karena itu, kode obat sangat berguna untuk mengidentifikasi obat yang berbeda agar tidak terjadi kesalahan.
 
4. Barcode untuk Keperluan Non Retail
 
Buku perpustakaan dan kartu keanggotaan adalah pembaca barcode non retail. Kemudian, berbagai barang inventaris perusahaan. Menggunakan jenis barcode dengan kode 39 dan 128. Yang membedakan adalah tingkat kepadatan atau density datanya. Kode 128 memiliki kepadatan lebih tinggi dari Kode 28.
 

Penutup

 
Salah satu yang menarik dari penerapan Barcode Scanner ini adalah terus berkembangnya teknologi Point of Sale yang menjadi wadah penerapan Barcode Scanner ini. Akhir-akhir ini, para pelaku usaha mulai mengenal teknologi cloud POS yang hadir dengan sejumlah keunggulan dibandingkan POS konvensional yang telah ada. Nah, sekian artikel mengenai barcode scanner ini, semoga bermanfaat!
 

Artikel Terbaru