Mari Mengenal Apa Itu AIoT (Artificial Intelligence Of Things)!

Mari Mengenal Apa Itu AIoT (Artificial Intelligence Of Things)! Perusahaan IOT Indonesia

Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) keduanya merupakan teknologi yang kuat. Ketika AI dan IoT digabungkan, hasilnya adalah AIoT atau kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan dapat dianggap sebagai otak suatu sistem, sedangkan perangkat internet of things dapat dianggap sebagai sistem saraf digital.


Apa itu AIoT?


Untuk benar-benar memahami AIoT, Anda harus terlebih dahulu memahami konsep IoT. IoT tercipta ketika "benda" seperti gadget yang dapat dikenakan, lemari es, asisten digital, sensor, dan peralatan lainnya terhubung ke internet, dapat dikenali oleh perangkat lain, dan dapat mengumpulkan dan menganalisis data.

Ketika suatu sistem dapat menjalankan serangkaian tugas atau belajar dari data dengan cara yang tampak cerdas, itu disebut kecerdasan buatan. Akibatnya, ketika kecerdasan buatan diperkenalkan ke internet, perangkat tersebut akan dapat menilai data, membuat penilaian, dan menindaklanjuti data tersebut tanpa perlu campur tangan manusia.

Ini adalah teknologi "pintar" yang membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Kecerdasan AIoT memungkinkan analitik data, yang kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan sistem dan menghasilkan kinerja dan wawasan bisnis yang unggul, serta membuat data yang dapat membantu sistem belajar dan membuat keputusan yang lebih baik.


Jadi, bagaimana AI dan IoT bekerja sama?


Baik AI dan Internet of Things memiliki kelebihannya masing-masing. Mengharapkan keuntungan operasional, antarmuka, manajemen data, dan analitik saat teknologi ini digabungkan.

Mari kita mulai dengan penjelasan dasar tentang cara kerja Internet of Things. Anda terhubung ke internet, yang memproses data melalui peralatan dan perangkat yang Anda kenakan.

Sistem IoT dirancang untuk kontrol dan pemicu sinyal. Misalnya, Anda dapat memasukkan data ke dalam aplikasi kesehatan, dan aplikasi tersebut akan mengembalikan data yang berarti untuk membantu Anda menjaga kesehatan. Itu melacak detak jantung, tekanan darah, dan suhu Anda, dan kemudian meminta Anda melakukan sesuatu untuk menjaganya tetap terkendali.

AI menghasilkan keputusan cerdas dengan menyelesaikan tugas menggunakan algoritme pembelajaran data atau seperangkat aturan, atau dengan memproses data yang dapat dipelajari mesin untuk memberikan hasil yang akurat.

Saat AI dan IoT digabungkan untuk membentuk AIoT, perangkat IoT dapat mengevaluasi data dari peralatan atau perangkat dan membuat keputusan yang proaktif, cerdas, dan benar tanpa perlu campur tangan manusia.

Perangkat ini pada akhirnya akan menjadi cerdas, komunikatif, dan bertenaga, mampu memproses data dan membuat penilaian lebih cepat dan lebih akurat daripada sebelumnya. Dapat dimengerti bahwa manusia lebih dipercaya dan membuat transisi untuk lebih mengandalkan kecerdasan komputer itu sulit. 

Dengan kata lain, AIoT memiliki potensi untuk menjembatani kesenjangan ini dan beralih dari memercayai manusia ke memercayai teknologi semudah mungkin.


Di mana AIoT digunakan?

 
AIoT sudah memberikan dampak global pada dunia saat ini. Berikut adalah beberapa contoh tindakan AIoT :

1. Smart Retail

Saat konsumen berjalan melewati pintu di lingkungan retail yang cerdas, sistem kamera dengan kemampuan visi komputer dapat menggunakan pengenalan wajah untuk mengidentifikasi mereka.

Sistem mengumpulkan informasi tentang pelanggan, seperti jenis kelamin, preferensi produk, traffic, dan faktor lainnya, menganalisis data untuk memperkirakan perilaku konsumen secara akurat, lalu menggunakan data tersebut untuk membuat keputusan terkait pengoperasian toko, seperti pemasaran dan penempatan produk.

Jika sistem mengidentifikasi bahwa mayoritas konsumen yang memasuki bisnis adalah Milenial, misalnya, sistem mungkin akan mengirimkan iklan produk atau penawaran khusus di dalam toko yang menarik bagi demografis tersebut, yang menghasilkan peningkatan penjualan. Smart camera mungkin mengenali pelanggan dan memungkinkan mereka melewati jalur pembayaran, mirip dengan cara kerja Amazon Go.
 
2. Pengamatan Lalu Lintas Drone

Ada berbagai kegunaan praktis AIoT di smart city, termasuk pemantauan lalu lintas dengan drone. Kemacetan dapat dikurangi jika lalu lintas dapat dipantau secara real time dan dilakukan penyesuaian arus lalu lintas.

Ketika drone digunakan untuk memantau wilayah yang luas, mereka dapat memberikan data lalu lintas ke AI, yang kemudian dapat menganalisis data dan membuat penilaian tentang cara efektif mengurangi kemacetan lalu lintas dengan menyesuaikan batas kecepatan dan waktu sinyal lalu lintas tanpa perlu campur tangan manusia.

ET City Brain, penawaran Alibaba Cloud, menggunakan AIoT untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya perkotaan. Teknologi ini dapat mengidentifikasi kecelakaan dan parkir yang melanggar hukum, serta menyesuaikan lampu lalu lintas untuk membantu ambulans menjangkau orang yang membutuhkan bantuan dengan lebih cepat.

3. Gedung kantor

Gedung perkantoran pintar adalah area lain di mana kecerdasan buatan dan internet hal-hal bertabrakan. Di gedung kantor mereka, beberapa organisasi lebih suka memasang jaringan sensor lingkungan cerdas.

Sensor ini dapat mendeteksi keberadaan orang dan mengubah suhu dan pencahayaan yang sesuai, menghemat listrik. Dalam skenario lain, gedung pintar dapat memanfaatkan teknologi pengenalan wajah untuk mengatur akses masuk ke gedung.

AIoT di tempat kerja adalah kombinasi kamera terhubung dan kecerdasan buatan yang dapat membandingkan foto waktu nyata dengan database untuk menentukan siapa yang harus diizinkan masuk ke gedung. Karyawan juga tidak perlu lagi mencatat atau menyelesaikan kehadiran untuk rapat wajib karena sistem AIoT akan menanganinya.

4. Kendaraan otonom dan manajemen armada

AIoT sekarang digunakan dalam manajemen armada untuk membantu memantau kendaraan, memotong biaya bahan bakar, melacak perawatan kendaraan, dan menandai perilaku pengemudi yang berisiko. Perusahaan dapat mengelola armadanya dengan lebih baik berkat AIoT, yang menggunakan perangkat IoT seperti GPS dan sensor lainnya, serta sistem kecerdasan buatan.

Penerapan lain AIoT saat ini adalah pada kendaraan otonom, seperti sistem autopilot Tesla, yang mengumpulkan data tentang kondisi berkendara menggunakan radar, sonar, GPS, dan kamera, lalu memanfaatkan sistem AI untuk membuat penilaian berdasarkan data yang dikumpulkan oleh internet of things perangkat. 

5. Robot pengiriman otonom

Robot pengiriman otonom adalah contoh lain dari operasi AIoT, mirip dengan bagaimana AIoT digunakan dengan mobil otonom. Robot memiliki sensor yang mengumpulkan data tentang lingkungan yang mereka navigasikan dan kemudian menggunakan platform AI bawaan mereka untuk membuat penilaian dari waktu ke waktu tentang cara merespons.

6. Perangkat Akses Keamanan

Melalui teknologi fob untuk zona akses, Access Control Technologies (ACT) menggabungkan AI dan IoT dengan memanfaatkan data untuk mendeteksi kebiasaan akses setiap karyawan, memahami di mana mereka duduk di tempat kerja, dan memperkirakan desain kantor yang lebih baik untuk masuk dan keluar yang lebih cepat.


Kesimpulan


Dengan integrasi AI, IoT menjadi lebih pintar dan hanya masalah waktu sebelum perusahaan menggunakannya untuk mendeteksi dan menghasilkan wawasan data cerdas. Tujuan utamanya adalah agar mesin dan sistem membuat penilaian yang akurat tanpa campur tangan manusia.
Mengingat masalah pandemi saat ini, perpaduan teknologi ini semakin banyak ditangani di berbagai sektor industri saat kami mencari metode untuk membangun "new normal" yang lebih baik. AI dan IoT secara bertahap namun pasti mempersiapkan skenario ini.

Artikel Terbaru