Apa itu Sistem Biometrik? Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Apa itu Sistem Biometrik? Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya Perusahaan IOT Indonesia

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan banyak hal berubah dalam kehidupan manusia. Semakin berkembangnya aktivitas di dunia digital juga dibarengi dengan perkembangan sistem keamanan biometrik. Saat ini, keamanan data biometrik tampaknya menjadi yang paling umum diterapkan untuk melindungi akses yang dimiliki seseorang ke akunnya.

Tapi apa sebenarnya keamanan biometrik itu? Bagaimana cara kerjanya dan sistem di baliknya sehingga bisa menjamin keamanan akses seseorang? Artikel singkat ini akan membahas lebih dalam tentang sistem keamanan biometrik saat ini yang terus berkembang dari waktu ke waktu. 
 

Apa Itu Sistem Biometrik?


Terdapat banyak pengertian atau definisi mengenai arti dari biometrik. Namun, secara umum pengertian biometrik adalah identifikasi atau verifikasi berdasarkan ciri fisik dan keunikan karakteristik seseorang. Alhasil, akurasi metode keamanan ini sangat tinggi dan sulit dipalsukan. Selain itu, juga lebih nyaman dan cepat karena Anda tidak perlu khawatir mengingat kata sandi atau kode PIN.

Sebenarnya sistem keamanan ini sudah cukup lama digunakan, namun akhir-akhir ini perkembangannya dianggap lebih masif dan penerapannya semakin meluas. Anda yang menjalankan usaha atau bisnis tentunya pernah mengenal sistem absensi sidik jari bukan?

Sistem absensi tersebut merupakan bentuk implementasi verifikasi biometrik yang digunakan dalam operasional perusahaan. Pada dasarnya biometrik adalah kemampuan sistem untuk memberikan atau menolak akses berdasarkan karakteristik fisik seseorang. Di zaman modern ini, konsep mengidentifikasi karakter fisik seseorang tidak hanya bergantung pada sidik jari, tetapi juga fitur wajah, bahkan gerak tubuh yang sederhana. Sistem kemudian dapat mengidentifikasi apakah pengguna tersebut adalah pengguna yang valid atau tidak dengan membandingkan data input dengan data di database.
 

Bagaimana Sejarah Dari Sistem Biometrik Ini?


Ternyata, sidik jari sudah dikumpulkan sejak abad kedua sebelum masehi. Secara khusus, Kaisar Tiongkok saat itu, Ts'In She, mengautentikasi dokumen tertentu dengan sidik jarinya.

Sedangkan sidik jari pertama kali digunakan dalam bisnis pada tahun 1858 oleh William James Herschel, seorang administrator Inggris di India. Saat itu, dia dikontrak untuk membangun jalan raya ke Bengal, jadi dia memaksa kontraktornya untuk menandatangani kontrak kerja dengan sidik jari.

Kemudian, pada tahun 1860, operator telegraf mengidentifikasi satu sama lain menggunakan kode unik Morse masing-masing operator. Bahkan, metode ini juga digunakan untuk mengidentifikasi pesan yang diterima selama Perang Dunia II. Menarik juga, bukan?
 

Bagaimana Cara Kerja Sistem Keamanan Biometrik Secara Umum? 


Pengoperasiannya sebenarnya cukup sederhana, tetapi akurasi dan kinerja perlindungannya sangat tinggi. Tetapi bagaimana ini bisa terjadi?

- Pertama, sistem akan meminta atau memasukkan data biometrik dari masing-masing pengguna sebagai database utama. Dalam beberapa sistem, informasi yang menyusun basis data adalah informasi milik pemerintah, tersedia secara legal, dan digunakan sebagai pembanding utama.

- Kedua, dengan informasi yang disimpan dan diverifikasi ini, sistem dapat "mengidentifikasi" setiap pengguna yang meminta akses ke akun mereka. 

- Ketiga, saat pengguna meminta akses ke akunnya, sistem meminta data biometrik yang dapat dibandingkan dengan database. Input ini dapat berkisar dari sidik jari, retina, wajah, ekspresi wajah, DNA hingga gerakan, tulisan, atau jenis input biometrik lainnya.

- Keempat, setelah data input diberikan, sistem dengan cepat menganalisis kelayakan data input tersebut. Jika dianggap memungkinkan dan memenuhi kriteria evaluasi, dilakukan perbandingan dengan informasi yang ada di database. Proses ini sangat cepat. 

- Kelima, proses verifikasi atau perbandingan data. Jika informasi yang dimasukkan cocok dengan informasi dalam database, akses diberikan. Dan sebaliknya.

Meski terkesan cukup lama, proses ini selesai dalam beberapa detik. Hal ini dikarenakan kematangan sistem yang juga dapat dibantu dengan fungsi kecerdasan buatan dalam pembandingan data, sehingga waktu pemrosesan data tidak lama.
 

Faktor Penilaian Otentikasi Biometrik


Setelah cara kerjanya, berikut adalah tujuh faktor yang digunakan untuk menilai otentikasinya:

1. Universalitas (Universality) : setiap orang yang memakai sistem pasti memiliki suatu sifat.

2. Keunikan (Uniqueness) : karakteristik ini harus cukup berbeda pada setiap individu untuk dapat membedakannya satu sama lain.

3. Keabadian (Permanence) : suatu sifat akan berubah seiring berjalannya waktu. Khususnya, sifat dengan permanence yang “baik” tetap sama dari waktu ke waktu dalam algoritma yang ada.

4. Terukur (Measurability) : mengacu pada kemudahan yang dapat diukur dan disimpan. Dalam hal ini, data harus dalam bentuk sedemikian rupa sehingga dapat diolah dan diekstrak sesuai dengan fitur yang ada.
5. Performa (Performance) : berhubungan dengan akurasi, kecepatan dan daya tahan teknologi yang digunakan.

6. Dapat Diterima (Acceptability) : bagaimana individu dalam suatu populasi bisa menerima teknologi ini, sehingga mereka mau data biometriknya disimpan.

7. Pengelakan (Circumvention): mengacu pada seberapa mudah data dapat ditiru menggunakan artefak atau alat pengganti lainnya.
 

Apa Saja Jenis Data Biometrik?


Data biometrik telah sering digunakan dalam keamanan. Secara umum, jenis data biometrik terbagi kedalam tiga kelompok yaitu:

1. Biometrik Berdasarkan Biologis

Jenis yang pertama adalah berdasarkan biologis yang menggunakan sifat-sifat pada tingkat genetik dan molekuler. contohnya seperti DNA, darah, Air liur, Urine, yang mungkin dinilai melalui sampel cairan tubuh.

2. Biometrik Berdasarkan Fisiologis

Jenis yang kedua adalah berdasarkan fisiologis Anda. 

Contoh morfologis biometrik tersebut adalah :

- Identifikasi dari sidik jari
- Bentuk tangan
- Bentuk jari
- Pola pembuluh darah
- Mata (iris dan retina)
- Bentuk wajah Anda.

3. Biometrik Berdasarkan Perilaku

Jenis yang ketiga adalah berdasarkan perilaku Anda. Misalnya pengenal suara, cara Anda menulis, cara Anda mengetik, hingga suara langkah kaki Anda.

Sayangnya, jenis perilaku ini tidak seakurat jenis yang pertama. Karena data yang disimpan adalah data saat dalam keadaan stabil. Artinya, bila Anda sedang stress atau emosi tak stabil, maka identifikasi biometrik ini bisa saja gagal.
 

Contoh Penerapan Biometrik


Tingkat keamanan dan kemudahan penggunaan biometrik membuatnya berguna di berbagai bidang di seluruh dunia. Apa saja?

- Penegak Hukum

Lembaga penegak hukum di beberapa negara juga menggunakan metode keamanan ini untuk menegakkan hukum yang berlaku. Mulai dari otomatis mengumpulkan berbagai data kejahatan, hingga deteksi pengenalan wajah langsung melalui kamera CCTV di tempat-tempat umum.

- Militer

Tentunya pihak militer juga menggunakan metode keamanan canggih ini. Namun, informasi mengenai hal tersebut sangat sulit ditemukan karena merupakan rahasia negara. Menurut salah satu sumber, sekitar 7,4 juta identitas biometrik yang tersimpan di Amerika Serikat berasal dari operasi militer di Irak dan Afghanistan.

- Imigrasi

Dari sektor imigrasi, biometrik berupa paspor yang Anda miliki. Di dalamnya ada foto, sidik jari, dan tanda tangan Anda yang dikenali saat bepergian antar negara. Oleh karena itu, terdapat alat scan sidik jari dan wajah di bandara saat Anda melewati pemeriksaan imigrasi.

- Bidang Kesehatan

Beberapa negara telah memperkenalkan biometrik di bidang kesehatan, misalnya Gabon. Negara ini menggunakan metode ini agar program kesehatan pemerintah tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak nakal. Jadi, sebelum dilakukan pengobatan atau pemeriksaan, masyarakat Gabon mengidentifikasi diri dengan foto dan dua sidik jari.

- Kependudukan

Penerapan selanjutnya adalah pada bidang kependudukan, dimana banyak negara telah mengadopsi hal ini. Tujuannya tentu untuk mengidentifikasi setiap warga secara cepat dan praktis. Biasanya identifikasi dilakukan dengan sidik jari, foto dan pemindaian iris mata.

- Akses Tempat/Sistem

Salah satu penerapan biometrik yang populer adalah untuk akses ke lokasi atau sistem. Anda dapat menemukan aplikasi ini dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari akses gedung, akses smartphone, akses laptop dan masih banyak lagi.

- Kepentingan Komersial

Terakhir, metode ini juga digunakan untuk tujuan komersial. Misalnya, Anda harus memindai sidik jari Anda sebelum transaksi pembayaran atau bank meminta KYC (Know Your Customer) saat Anda membuka rekening.
 

Apa Saja Manfaat Biometrik?


Setelah Anda memahami cara kerja dan penerapan biometrik, berikut adalah beberapa manfaat biometrik yang dapat Anda rasakan :

1. Keamanan dengan Akurasi Tinggi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, biometrik menggunakan tubuh atau karakteristik Anda, sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Dengan kata lain, hampir tidak mungkin sistem akan salah mengenali Anda sebagai orang lain.

2. Lebih Praktis dan Cepat

Identifikasi biometrik sangat praktis dan cepat. Cukup pindai dan Anda akan tiba di sana dalam hitungan detik. Tentu saja ini jauh lebih cepat daripada mengetik kata sandi Anda, apalagi jika kata sandi Anda sangat panjang dan mengandung karakter unik.

3. Hampir Tak Mungkin untuk Dipalsukan

Tahukah Anda bahwa kemungkinan sidik jari Anda cocok dengan sidik jari orang lain adalah 64 miliar berbanding satu? Tak heran bila sampai sekarang belum ditemukan satu orang pun dengan sidik jari yang sama yang ditemukan. Efeknya, data biometrik hampir tidak mungkin untuk dipalsukan.

4. Tak Bisa Dipindahkan

Manfaat biometrik yang terakhir adalah sifatnya yang tak bisa dipindahkan.Artinya, orang tersebut harus berada di depan pemindai untuk mengidentifikasi dirinya. Ini tidak seperti password atau PIN yang bisa dibagikan dimana risiko untuk dibajak akan lebih tinggi.
 

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Biometrik?


Seperti metode keamanan lainnya, biometrik juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa saja?

1. Kelebihan Biometrik

- Sulit untuk dicuri atau dipalsukan
- Penggunaannya yang praktis
- Identifikasi yang sama sepanjang hidup Anda
- Tak bisa dipindahkan atau dititipkan

2. Kekurangan Biometrik

- Membangun sistem biometrik membutuhkan dana yang banyak
- Jika ada beberapa bagian saja yang gagal terscan, maka sistem tak akan bisa mengenali Anda
- Database biometrik memiliki resiko dibobol
- Bila Anda terluka, biometrik bisa saja gagal. Contohnya, luka bakar pada sidik jari.
 

Kesimpulan


Biometrik adalah metode keamanan yang super canggih. Walaupun cara kerjanya sederhana, tapi biometrik dapat memberikan identifikasi berdasarkan keunikan masing-masing orang. Mulai dari sidik jari, wajah, DNA, bahkan tanda tangan.

Meskipun belum ada sistem teknologi yang aman tanpa celah, tetapi teknologi biometrik ini akan selalu berkembang dan memperbaiki segala celah keamanan. hanya tinggal bagaimana user menjaga dan menggunakannya dengan bijak. 

Demikian artikel mengenai Sistem Keamanan Biometrik ini, semoga bermanfaat!



 

Artikel Terbaru