Kenapa Web Development Penting Untuk Dipelajari?

Kenapa Web Development Penting Untuk Dipelajari? Perusahaan IOT Indonesia

Dalam dunia industri, web development sangat penting karena berperan dalam memperkenalkan dan mempromosikan produk dengan layanan Anda kepada pelanggan potensial, membuatnya mudah dikenali dan menambah nilai produk Anda. Hingga akhir tahun 2021, sudah ada sekitar 2 miliar website yang beredar di internet berkat orang-orang yang terlibat dalam website development atau biasa disebut dengan web developer.
 
Fakta ini diperkuat dengan semakin sadarnya pelaku industri untuk menggunakan website sebagai media memasarkan bisnisnya agar bisa melaksanakan proses bisnis yang lebih mudah dan bersifat global.
 
Banyak pengamat teknologi percaya bahwa web development adalah proses yang bersifat abadi selama internet masih berfungsi. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk minimal mengenal bahwa web development merupakan ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
 
Ada cukup banyak konsep dasar dan proses yang harus kamu pahami untuk pembuatan website ini. Nah, jangan khawatir, sebab kita akan membantu anda memahami tentang definisi website development secara detail pada artikel ini.
 

Apa Itu Web Development?
 

Istilah web development merupakan kalimat yang terdiri dari dua kata utama, yaitu web dan development. Web mengacu pada aplikasi web, situs web, atau sumber online apapun yang berjalan melalui internet. Sedangkan development berarti membangun sesuatu dari awal.
 
Jadi, bila diartikan sepenuhnya, web development adalah upaya untuk membuat, membangun, dan memelihara aplikasi yang bekerja di internet. Sifat website yang dikembangkan juga bervariasi dari web dinamis yang sederhana hingga kompleks. Konsep web development adalah mencakup aspek-aspek seperti desain web, mem-publish web, pemrograman web, dan manajemen database. 
 
Apabila lebih spesifik lagi, website development meliputi semua tugas pengembangan di balik layar internet, seperti :
 
- Server-side Scripting
- Client-side Scripting
- Pengembangan e-commerce
- Content Management System (CMS)
- Konfigurasi keamanan server dan jaringan
 
Dengan memahami dasar dari web development adalah dapat mnolong anda di tengah kerasnya perkembangan zaman yang sudah banyak berpindah ke teknologi-teknologi online yang canggih.
 

Jenis Web Development

 
Website development dibagi menjadi tiga bagian, yaitu front-end development (client-side development), back-end development (client-side development), dan full-stack development.
Walaupun ketiganya memiliki jobdesk yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama, yaitu menghasilkan website yang berfungsi dengan baik di internet.
 
Berikut ini penjelasan dari masing-masing bagian web development.
 
1. Front-End Development
 
Front-end Web Development adalah proses pengembangan bagian dari situs web yang berinteraksi langsung dengan pengguna, yang disebut front end. Para developer juga mengenal istilah front-end sebagai “sisi klien” atau sisi depan dari aplikasi.
 
Developer yang bertanggung jawab mengenai bagian front-end website atau biasa disebut front-end developer. Selama proses pengembangan web sisi klien, developer merancang dan mengembangkan aspek visual seperti layout, navigasi, elemen grafis, dan estetika lainnya. Tugas pengembangan web ini dapat diselesaikan oleh developer dengan membuat kolaborasi  source code HTML, CSS, dan JavaScript.
 
Tujuan front-end web development adalah agar developer dapat membangun tampilan interface website yang membantu user mencapai tujuannya.
 
2. Back-End Development
 
Jika front-end adalah bagian website ditampilkan melalui layar, maka lain halnya dengan back end website. Istilah back-end mengacu padai sisi server situs website. Jadi, Back-end Web Development adalah proses membangun website “di belakang layar” yang tidak bisa dilihat user, seperti server sistem operasi, database, API, dan sistem keamanan. Tentu saja, proses pengembangan harus bekerja sama dengan front-end untuk memastikan bahwa situs web Anda dapat digunakan sepenuhnya oleh pengguna. Misalnya, data yang diproses saat pengguna membeli produk dikelola dan disimpan dalam database.
 
Back-end development dapat diselesaikan dengan script kode dari bahasa PHP, Java, Python, dan Perl menggunakan framework dan platform coding seperti Ruby on Rails, ASP.NET, dan Node.js.
 
3. Full Stack Development
 
Apabila kedua bagian pengembangan di atas disatukan, maka jadilah lingkungan pengembangan full stack. Arti kata stack mengacu pada teknologi yang berbeda seperti antarmuka, server, database, dll yang menangani berbagai fungsi situs web. Jadi diartikan, full-stack web development adalah proses pengembangan sebuah website dari interface dan server side, yang dilakukan oleh salah satu developer yaitu full-stack developer.
 
Developer tersebut harus mampu membuat website dari awal hingga akhir dan maintaining kerja sistem sisi depan dan belakang (server). Kebutuhan pengembangan full-stack di Indonesia masih rendah karena tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab yang perlu dipahami selama bertahun-tahun.
 
Jadi, jika Anda menyukai pemrograman dan ingin mengejar karir, ada banyak peluang untuk menjadi full-stack developer.
 

Proses Web Development

 
Berikut ini adalah langkah-langkah proses pengembangan web sesuai dengan tingkat profesionalitas pembuatan website.
 
1. Planning (Perencanaan)
 
Perencanaan adalah tahap memilih teknologi yang berbeda dan metodologi pengembangan perangkat lunak, menentukan tujuan, dan memperkirakan waktu dan sumber daya untuk menyelesaikan proyek. Motivasi kegiatan ini adalah analisis kebutuhan dan identifikasi masalah sehingga mereka memutuskan untuk membuat website.
 
Proses perencanaan berkaitan erat dengan komunikasi antara anggota tim developer dan stakeholder untuk mencegah kesalahpahaman di awal desain dan pengembangan web teknis. Ini memungkinkan Anda untuk membuat roadmap website, daftar prioritas, dan menyusun jadwal pengembangan web dari awal hingga akhir dengan sedetail mungkin. Perangkat lunak seperti Microsoft Visio dan Asana dapat digunakan untuk membantu proses perencanaan ini.

2. Design (Perancangan)
 
Setelah anda merencanakan roadmap dan memiliki semua informasi yang mendukung pembuatan website, langkah selanjutnya dalam web development adalah merancang website Anda.
 
Proses desain atau perancangan menjelaskan keunikan sebuah website dan merupakan elemen untuk menciptakan user experience yang menyenangkan. Disinilah UI Designer mulai merancang tampilan web dalam bentuk wireframe. Tentunya dengan persetujuan developer dan stakeholder. 
Wireframe identik dengan sebuah rancangan desain hitam putih di atas kertas atau menggunakan aplikasi seperti Adobe XD, Figma, Justinmind, dan Sketch.
 
Kamu juga bisa melakukan kegiatan opsional dalam perancangan setelah wireframe diikuti dengan pembuatan mockup dan prototype. Keduanya merupakan hasil desain dengan tampilan yang lebih berwarna, realistis dan interaktif untuk penyajian desain yang lebih jelas.
 
3. Implementation (Coding)
 
Tahap implementasi dalam web development sesuai dengan proses penyusunan kode program menggunakan berbagai bahasa dan framework pemrograman. Langkah ini dapat dilakukan sepenuhnya oleh front-end developer yang bekerjasama dengan back-end developer atau langsung oleh full-stack developer. Setelah semua draf desain disetujui oleh stakeholder, pengkodean dapat dimulai.
 
Tahap implementasi coding ini akan mengubah wireframe menjadi proyek website yang sesungguhnya dengan kombinasi tipografi, grafik warna, animasi, tombol, menu, dan unsur lainnya. Selain elemen tampilan, Anda juga harus mengembangkan konten informasi sebagai aspek penting dari tujuan pengembangan web Anda.
 
Tools yang dapat digunakan untuk pembuatan kode program website adalah code editor lokal menggunakan WordPress atau Visual Studio Code, Notepad++, Sublime, PHPMyAdmin, dll.
 
4. Testing & Deployment (Pengujian dan Penyebaran)
 
Tepat sebelum mengkonfigurasi situs web Anda untuk terhubung ke server Anda, Anda harus berulang kali menjalankan periode pengujian yang ketat dan menyeluruh untuk menentukan apakah sistem Anda bebas bug. Tim pengembang biasanya menguji fitur, kegunaan, kompatibilitas, kinerja, dll secara mandiri. Anda dapat meminta stakeholder atau tim developer lain untuk membantu pengujian jika diperlukan.
 
Tim pengembangan harus menguji semua script dalam kode program untuk memastikan bahwa website  dapat dimuat dan ditampilkan dengan sempurna di semua perangkat dan platform. Terakhir, tergantung pada penggunaan website anda, tim developer mungkin perlu menambahkan beberapa detail penyesuaian untuk mengoptimalkan fungsionalitas dan kinerja.
 
Penyesuaian akhir ini bisa mencakup instalasi plugin, on-page Search Engine Optimization, optimasi kecepatan halaman web, hingga penggunaan domain dan hosting.
 
5. Post-Deployment dan Maintenance
 
Eits, jangan kira tahap pengembangan website sudah selesai. Dari maintenance website, pembaruan umum, hingga menambahkan fitur baru sesuai kebutuhan. Sebagai fase terakhir pengembangan web, fase maintenance pada dasarnya adalah tentang terus mendukung dan meningkatkan situs web Anda saat bergerak di sekitar web dan dibutuhkan.
 

Fakta Konsep Web Development

 
Sekarang mari kita pahami fakta-fakta menarik tentang website development.
 
Kesan Pertama Adalah Kesan Terakhir
 
Dibutuhkan kurang dari satu detik bagi pengguna untuk menilai organisasi Anda di situs web Anda.
 
Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat kesan pertama pada setiap orang yang membuka situs web Anda.
 
Buat situs web dengan tema latar belakang, font, desain ikon, kombinasi warna, animasi yang tepat (jika perlu), tata letak, dan pemeliharaan yang tepat untuk setiap bagian situs web.
 
Web Development Adalah “Easy, Easier, Easiest” Programming.
 
Pengembangan web menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript untuk membuat situs web yang responsif dan menarik jauh lebih mudah daripada mengembangkan perangkat lunak dan aplikasi android.
 
Ini karena kode program untuk membuat aplikasi dan perangkat lunak harus diprogram sesuai dengan platformnya.
 
Berhubungan dengan SEO
 
Banyak developer yang tidak memperhatikan hal ini saat coding. Setiap bagian dari kode web Anda memiliki dampak signifikan pada dampak jangkauan situs web Anda.
 
Jadi source code harus ditulis dengan mempertimbangkan SEO  (Search Engine Optimization). Ini akan meningkatkan peringkat situs web Anda di mesin pencari. Selama pengembangan, Anda harus memperhatikan judul halaman dan tag meta.
 
Website Mobile-Friendly Itu Penting
 
Menurut laporan penelitian, sebagian besar pengguna mengakses situs web melalui smartphone.
 
Pengguna tidak hanya dapat membawa smartphone mereka ke mana saja, tetapi juga dengan mudah menavigasi situs web dengan satu tangan.
 
Oleh karena itu, Anda harus membuat situs web Anda seresponsif mungkin dengan menggunakan CSS Flexbox dan tag lain yang mengubah ukuran halaman web sesuai dengan rasio layar.
 
Web Development Adalah Pondasi Utama Menghasilkan Website Berkualitas!
 
Pada dasarnya, kerumitan penerapan pengembangan web bergantung pada situs web yang Anda bangun. Membuat website yang ramah pengguna dan tahan lama telah menjadi topik utama bagi para pengembang web, terutama saat ini.
 
Oleh karena itu, web development memerlukan perencanaan, desain, implementasi, dan tahap evaluasi yang cermat. Meskipun kelihatannya menantang dan kompleks, mempelajari web development adalah investasi untuk masa depan yang menjanjikan.
 
Jika teman dan kerabat Anda mulai belajar pengembangan web, jangan lupa untuk membaca artikel ini. Semoga bermanfaat!




 

Artikel Terbaru