Pentingnya Implementasi Web Crawl Untuk Pengoptimalan SEO

Pentingnya Implementasi Web Crawl Untuk Pengoptimalan SEO Perusahaan IOT Indonesia

Web Crawl adalah program atau skrip otomatis yang relatif sederhana yang menggunakan beberapa metode untuk mencari (atau "merangkak") halaman web sewenang-wenang dan untuk mengindeks data yang dicarinya. Nama lain untuk mencari web crawl adalah laba-laba web, robot web, bot, perayapan, dan untuk mengindeks otomatis.

Web Crawl dapat digunakan untuk mencari berbagai tujuan. Penggunaan yang paling umum adalah dengan mesin pencari. Mesin pencari menggunakan penjelajahan web untuk mencari informasi mengenai halaman web publik. Tujuan utamanya adalah untuk mencari data sehingga ketika pengguna Internet mengetikkan istilah pencarian ke komputer mereka, mesin pencari dapat dengan cepat menampilkan situs web yang relevan.

Web Crawl menambang semua data di web, termasuk metadata, kata kunci, dan lainnya. Web crawler atau si (Spiderman) ini kemudian untuk mengindeks semua data ke dalam database mesin pencari hingga akhirnya halaman website ditampilkan di SERP (Search Engine Rage Page).
 

Cara Kerja Web Crawl


Sebuah website tidak dapat ditemukan begitu saja oleh sebuah search engine. Search engine harus melakukan crawling dan untuk mengindeks sebelum akhirnya dapat menampilkan konten website pada SERP mereka. Proses ini dilakukan dengan menggunakan bantuan tools yang disebut web crawler, web robot, atau web spider. Pada dasarnya, web crawler melakukan tugas sesuai dengan namanya, yaitu crawling. Web crawler akan menemukan konten di berbagai website untuk mencari yang telah diindeks dalam search engine.

Lalu, bagaimanakah cara kerja web crawler?

Pertama, web crawler akan mengunjungi sebuah situs dan berbagai link yang terdapat di dalam laman tersebut. Namun apabila situs Anda terbilang baru dan belum ada link lain di dalamnya, Anda bisa meminta search engine untuk mencari situsmu, seperti dikutip dari WebFX. Anda hanya perlu memasukkan daftar URL situs di Google Search Console.

Kemudian, tugas tools web crawling berikutnya yaitu mencatat setiap link yang mereka temukan ke indeks mereka. Namun, perlu Anda catat bahwa cara kerja web crawler hanya akan mengumpulkan informasi mengenai halaman yang bersifat publik atau dengan kata lain Web crawler tidak ikut mencatat laman private yang tidak dapat diakses.

Setelah itu, web crawler akan mengumpulkan berbagai informasi mengenai halaman, contohnya seperti tulisan dan meta tag. Informasi tersebut akan tersimpan dalam indeks search engine sehingga dapat muncul ketika pengguna sedang mencari konten dengan keyword yang serupa, Itu merupakan cara kerja web crawler
 

Jenis-Jenis Web Crawl 


Ada banyak jenis web crawler yang tersedia. Ada yang gratis, ada yang berbayar. Berikut adalah beberapa contoh alat perayapan web yang umum.

1. Googlebot

Googlebot merupakan web crawl yang paling banyak digunakan saat ini. Seperti namanya, web crawler ini adalah milik Google. Googlebot mengumpulkan berbagai dokumen di situs web dan membuat indeks yang dapat dicari oleh mesin pencari Google. Web Crawl ini mengacu pada dua jenis perayap web: desktop crawler dan mobile crawler.

2. HTTrack

HTTrack adalah perayap web sumber terbuka. Anda dapat mengunduh situs WWW (Word Wide Web) dari Internet ke komputer Anda dan melihatnya secara offline. Setelah Anda mengunduh konten situs web, Anda dapat membukanya di browser tanpa koneksi Internet.

3. Cyotek Webcopy 

Mirip dengan HTTrack, Cyotek Webcopy memungkinkan Anda mengunduh situs web dari Internet ke komputer Anda. Salah satu keunggulan web crawler ini adalah pengguna dapat memilih bagian mana yang ingin diunduh. Jadi Anda dapat memilih untuk mengunduh semua bagian situs, foto tertentu, dll.

4. Webhose

Contoh web crawler berikutnya adalah Webhose. Webhose adalah perayap web yang dapat mengubah konten situs web yang tidak terstruktur menjadi umpan data yang dapat dibaca mesin. Umpan data yang dimaksud dapat mencakup banyak sumber data, seperti: Diskusi online, situs berita, dll.
 

Ada 3 Aturan Dalam Proses Crawling Yang Harus Diikuti Oleh Web Crawler:


-Relevansi dan Seberapa Penting Sebuah Halaman

Dengan mengidentifikasi jumlah pengunjung dan link di situs lain yang mengarah ke situs ini. Sebuah halaman dapat dianggap penting dan relevan untuk tampilan mesin pencari jika ada banyak link ke halaman tersebut. Menentukan halaman mana yang perlu dikutip dan dikunjungi di situs lain biasanya situs dengan konten berkualitas. Jadi tidak mengherankan jika mesin pencari untuk mengindeks link.

- Halaman Review

Konten website selalu dapat berubah (penambahan, penghapusan, penghapusan). Oleh karena itu, sangat penting bahwa perayap mengunjungi kembali halaman untuk memastikan bahwa konten terbaru diindeks

- Persyaratan Robots.txt

juga menentukan halaman mana yang perlu diindeks berdasarkan protokol robots.txt. Periksa file robots.txt yang disimpan di server situs web sebelum melakukan crawling. Anda harus tahu bahwa robots.txt berisi halaman yang boleh dirayapi dan halaman yang tidak boleh dirayapi.
 

Dampak Web Crawl pada SEO


Web Crawl adalah bot yang mengindeks situs web dan menampilkannya di SERP. Jika situs web Anda tidak dirayapi oleh bot ini, konten situs web Anda tidak akan terdaftar di SERP dan tidak akan dapat dicari oleh calon pengunjung. Beberapa elemen pengoptimalan konten di dirancang untuk perayap web. Membangun tautan yang kuat dan banyak lagi. Setelah itu, semakin banyak web crawler mengunjungi situs Anda, semakin mudah konten situs Anda diindeks dan muncul di hasil pencarian teratas.
 

Kelemahannya Web Crawler


Mengingat Web Crawl sejatinya adalah mesin atau program, maka mesti menyesuaikan (semisal konten yang berguna) agar web crawler juga tahu dalam menentukan halaman mana yang perlu dijelajahi dan berisi informasi mengenai halaman yang bermanfaat. Sebab, mesin Web Crawl menandai proses-proses tertentu dalam situs sebagai kelemahan. Misalnya, halaman-halaman yang lambat saat dipanggil mungkin dilewati begitu saja. Atau, karena konfigurasi situs tidak terlalu bagus membuat web crawler kurang efisien kala mengeksplorasi. Kemudian mesin web crawler lebih fokus pada beberapa halaman dan melewatkan yang lain padahal mungkin isinya penting. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi situs ritel besar yang banyak mengandung konten dinamis, yaitu seperti halaman web yang kompleks (misalnya konten yang dipersonalisasi).

Web Crawler lalu akan meneruskan temuannya ke mesin pencari, yang dalam menghasilkan ranking mengurutkan dan menampilkan hasil pencarian berdasarkan ranking terbaik dahulu kemudian disusul dengan situs beranking buruk. Karena itu, mengoptimalkan struktur (file dan halaman) situs Anda serta meningkatkan kecepatan akses akan membantu memastikan bahwa situs Anda tidak akan ‘dikubur' di halaman ketiga, keempat, atau seterusnya dari hasil pencarian.

Karena menurut hasil penelitian statistik, pembeli di internet jarang mengklik lebih dari satu halaman. Jadi, akan sangat terbantu apabila Anda mengetahui seberapa baik situs Anda telah diindeks mesin-mesin pencari serta hal apa saja yang menghambatnya. Singkatnya, untuk menggapai kesuksesan lewat SEO, Anda perlu seluk-beluk tentang apa yang web crawler suka atau tidak suka. Prioritasnya mesti di atas keinginan memasang script untuk memperindah tampilan situs. Tujuan situs diutamakan lebih dahulu, baru kemudian keindahan tampilan bila sudah sukses.

Dengan mengetahui hal ini Anda bisa mengoptimalkan e-commerce situs. Konon 20% dari  halaman bermasalah adalah penyebab dari 80% masalah yang berkaitan dengan performa situs internet. Di sanalah sebaiknya Anda memfokuskan usaha perbaikan demi kepentingan SEO.

Artikel Terbaru