Mengenal Jenis-Jenis Website Berdasarkan Kategorinya

Mengenal Jenis-Jenis Website Berdasarkan Kategorinya Perusahaan IOT Indonesia

Pada awalnya, website atau situs web berfungsi hanya sebatas media informasi saja. Namun, sejak perkembangan World Wide Web semakin maju, banyak jenis website bermunculan. Tetapi tahukah anda jika website ternyata memiliki berbagai jenis dan dapat dipecah menjadi beberapa kategori seperti berdasarkan sifat, platform, fungsinya, dan generasinya.
 
Lantas, apa saja jenis-jenis website nya? Yuk, simak artikel di bawah ini!
 

Jenis Website Berdasarkan Sifat

 
Berdasarkan sifatnya, website dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
 
1. Website Statis
 
Website statis merupakan website dengan tampilan tetap dan tidak berubah. Konten dari website statis juga sama dan jarang sekali jarang untuk di update.
 
Biasanya suatu website statis dibuat menggunakan kode HTML oleh seorang developer yang telah memahami kode HTML dan pemrograman. Untuk membuat website ini, sering menggunakan bantuan text editor atau program design website seperti Adobe Dream Weaver. Saat ini website statis bisa dibuat dengan sarana sendiri seperti gohugo.io dan hexo.io.
 
Website statis memiliki kelebihan yaitu cepat dan efisien untuk dikembangkan serta disimpan pada web hosting. Sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan skill khusus untuk mengubah konten, karena konten cepat usang akan menjadi kurang bermanfaat (out of date).
 
2. Website Dinamis
 
Website dinamis adalah website yang kontennya selalu ada pembaruan secara berkala. Seorang developer atau orang yang memiliki akses dapat melakukan perubahan atau penambahan konten untuk memperbarui konten. Website dinamis saat ini banyak digunakan karena pengelolaannya yang lebih mudah.
 
Keuntungan dari website dinamis ini adalah memiliki lebih banyak fitur tambahan, lebih mudah menambah pengunjung baru dari penambahan konten di search engine, dan pengelolaannya lebih mudah bahkan oleh 2 orang atau lebih. Sedangkan kekurangan website ini adalah pengembangannya membutuhkan waktu dan dana yang lebih banyak serta biaya hosting yang lebih mahal.
 

Jenis Website Berdasarkan Platform

 
Pembagian jenis website juga bisa berdasarkan platformnya. Namun sebelum itu, pengertian dari platform website sendiri adalah tempat untuk menjalankan operasi software dan sangat penting untuk pengembangan website. Dengan kata lain, dengan platform inilah para developer membangun sebuah website. Berikut ini jenis-jenis website berdasarkan platformnya yaitu :
 
1. CMS
 
CMS merupakan singkatan dari Content Management System. CMS adalah platform paling populer yang digunakan orang untuk membuat website dikarenakan CMS ini adalah perangkat lunak yang memiliki fungsi untuk membuat dan mengatur konten. Dengan CMS, anda bisa membuat website dengan lebih cepat walaupun anda belum mahir pemrograman web.
 
CMS memiliki banyak variasi nya, seperti Joomla, Drupal, Magento, Blogger, Shopfy, namun yang paling populer dan banyak digunakan adalah CMS Wordpress. Hampir 60% website yang dibuat menggunakan CMS Wordpress. Sisanya merupakan CMS lain yang masing-masing tak lebih dari 10%.
 
Meskipun CMS Wordpress merupakan CMS paling populer, bukan berarti CMS yang lain sulit digunakan. Masing-masing CMS memiliki cara kerja sendiri. Tetapi karena di internet lebih banyak tutorial yang menjelaskan tentang penggunaan CMS Wordpress, sehingga bagi pemula menggunakan CMS Wordpress akan menjadi lebih mudah.
 
2. Website Builder
 
Membuat website dengan menggunakan platform Website Builder merupakan cara paling mudah karena dengan ini anda dapat membuat website tanpa perlu mengetahui pemrograman bahkan design web sama sekali.
 
Website builder ini memiliki kelebihan yaitu pengguna bisa mendapatkan paket lengkap pembuatan website, dari domain, hosting, hingga pilihan template website. Pengguna hanya perlu melakukan perbaikan konten sesuai dengan yang diinginkan dan akan mendapatkan layanan bantuan dari penyedia website builder.
 
Contoh-contoh website builder yang bisa anda gunakan adalah Wix, Site Builder, Weebly dan juga MySCH.
 
Khusus untuk MySCH merupakan website builder untuk website sekolah profesional. Biasanya para operator sekolah yang menginginkan pembuatan website sekolah dengan cepat, mudah dan profesional mayoritas menggunakan platform MySCH yang sudah dipercaya oleh ribuan sekolah dalam pembuatan website.
 
3. HTML dan CSS
 
Sebuah website pasti memiliki platform dasar dalam pembuatannya. Pada dasarnya HTML dan CSS termasuk platform dasar yang menjadi permulaan website dikembangkan. Website-website statis banyak dikembangkan dengan platform ini dengan sebagian besar menggunakan pemrograman HTML. Oleh karena itu, tidak semua orang mampu membuat website dengan platform ini.
 

Jenis Website Berdasarkan Fungsinya

 
Website juga dibagi berdasarkan fungsi dan tujuan pembuatannya. Berikut ini adalah beberapa fungsi website yang paling umum.
 
1. Website Pribadi
 
Konten website pribadi ini bergantung sesuai dengan kemauan pemilik website. Bisa berupa satu topik khusus maupun campuran. Sejak tahun 2000an, penggunaan website pribadi menjadi tren yang menggantikan jurnal pribadi, karena aksesnya yang lebih mudah dan bisa dari mana saja.
 
Website pribadi oleh beberapa orang juga dapat dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan dan pekerjaan. Caranya dengan membuat artikel dengan topik tertentu yang menarik minat baca pengunjung, Misalnya ulasan seputar musik-musik mancanegara atau dalam negeri. Setelah mendapat banyak kunjungan ke website setiap hari, pemilik website bisa memasang iklan pada websitenya dan akan memperoleh komisi jika ada pengunjung yang mengklik iklan tersebut.
 
2. Website Portofolio
 
Website Portofolio ini sebenarnya masih termasuk bagian dari website pribadi. Namun memiliki fungsi dan tujuan tersendiri yaitu guna mempublikasi portofolio pekerjaannya. Biasanya digunakan oleh para profesional atau freelancer yang sedang mencari pekerjaan untuk meyakinkan calon klien supaya mempekerjakannya.
 
Keberadaan website portofolio menjadi sangat penting karena memberikan kemudahan pendokumentasian sehingga arsip hasil kerja akan lebih mudah disimpan dengan media digital daripada media fisik. Selain penyimpanan, proses publikasinya pun sangat mudah.
 
3. Website E-Commerce
 
Website e-commerce sering dikenal dengan nama website toko online. Pemiliknya dapat berupa perorangan maupun perusahaan. Website ini menampilkan produk atau jasa yang akan dijual oleh pemilik website maupun orang yang bermitra dengan pemilik website. Dari keterangan itu maka tujuan website ini jelas untuk mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan maupun jasa yang ditawarkan.
 
4. Website Perusahaan
 
Berbeda dengan website e-commerce, website perusahaan mayoritas berisi tentang profil perusahaan. Maka website perusahaan berfokus bukan pada penjualan barang atau jasa, tetapi pada pengenalan produk atau jasanya untuk membuat calon pembeli lebih mengenal produk dan jasa serta manfaatnya.
 
Dengan adanya website perusahaan dapat berefek pada kepercayaan konsumen pada suatu produk dan jasa menjadi meningkat. Konsumen menjadi loyal dan calon konsumen yang belum pernah menjadi pelanggan menjadi terpengaruh untuk mencoba produk atau jasa dari perusahaan tersebut.
 
5. Website Organisasi
 
Website organisasi adalah website milik suatu instansi atau organisasi nirlaba baik milik pemerintah maupun swasta. Tujuan website ini adalah sebagai sarana yang lebih mudah diakses dimanapun dan kapanpun untuk sosialisasi program kerja suatu instansi, laporan kegiatan, dan lain-lain.
 
Di indonesia, website instansi resmi pemerintah biasanya ditandai dengan domain .go.id, sedangkan untuk organisasi biasanya ditandai dengan domain seperti .org atau .or.id.
 
6. Website Pendidikan
 
Website pendidikan seperti dengan namanya berisi tentang informasi dari suatu lembaga pendidikan, baik pendidikan tingkat tinggi sampai dasar bahkan PAUD. Untuk membuat website pendidikan, suatu lembaga pendidikan, sekolah atau universitas, diharuskan untuk membuat pengajuan khusus kepada PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia).
 
Website pendidikan tinggi biasanya menggunakan ekstensi .ac.id, sedangkan untuk website sekolah biasanya berekstensi sch.id.
 
7. Website Komunitas Online
 
Berbeda dengan website organisasi, website komunitas yaitu website yang digunakan oleh sekumpulan orang dalam berbagai hal secara online. Website komunitas biasanya memiliki satu topik tertentu yang dibahas sesuai nama komunitasnya. Kecuali untuk komunitas baca tulis, maka tema website bisa beragam karena kontributor tulisan memiliki berbagai bidang minat yang berasal dari banyak orang.
 
8. Website Media Massa
 
Website media massa adalah website yang berisi berita-berita terkini sesuai bidangnya. Ada berita politik, olahraga, maupun berita kejadian sehari-hari. Website media massa termasuk website yang paling sering mengalami perubahan atau penambahan konten secara berkala, bisa setiap minggu, setiap hari atau bahkan setiap jamnya sesuai dengan update informasi yang didapatkan oleh jurnalisnya.
 
9. Website Serba-Serbi dan Hiburan
 
Website ini biasanya berisi informasi-informasi yang sifatnya menghibur, atau informasi seputar hal-hal unik dan menarik yang belum banyak diketahui orang.
 
10. Website Search Engine
 
Website search engine merupakan website yang menampilkan rekomendasi website lain yang berisi informasi dari hasil pencarian anda terhadap suatu topik. Misalkan anda ingin mengetahui informasi tentang kompetisi piala dunia, maka website search engine ini akan memberikan rekomendasi beberapa website lain yang menyediakan informasi yang relevan tentang syarat kompetisi piala dunia.
 
11. Website Social Media
 
Website sosial media adalah website yang paling populer dan banyak digunakan di kalangan pengguna internet. Dengan website ini anda dapat bertukar informasi dengan mudah, saling berteman atau mengikuti perkembangan berita terbaru dari seseorang secara personal. Sebagian orang memanfaatkan sosial media untuk kepentingan pekerjaan dan mencari uang seperti dengan berjualan produk fisik, digital maupun jasa.
 

Jenis Website Berdasarkan Generasi

 
Perkembangan website terbagi menjadi 4 jenis yaitu :
 
1. Web 1.0
 
Web 1.0 adalah teknologi web yang pertama kali muncul dan banyak digunakan oleh situs web pribadi. Pada masa itu web 1.0 hanya berfungsi sebagai penampil berupa web statis, desainnya murni menggunakan HTML, dan hanya dapat berkomunikasi secara 1 arah via pengiriman email.
 
2. Web 2.0
 
Setelah web 1.0 muncul web 2.0, O’Reilly merupakan orang yang mencetuskan istilah ini di media pada pertengahan 2003 silam. Era web 2.0 ini sudah mampu menjalankan fungsi interaksi 2 arah dengan munculnya website-website sosial media dan website komunitas.
 
3. Web 3.0
 
Web 3.0 berhubungan dengan konsep web semantik, yaitu teknik yang memungkinkan konten tidak hanya dimengerti oleh manusia tetapi juga komputer. Web 3.0 ini memiliki keunikan yaitu konsep manusia mampu berkomunikasi dengan mesin cari, sehingga suatu informasi spesifik bisa diperoleh tanpa bersusah payah mencari satu per satu pada setiap website. Bahkan walaupun belum diminta oleh pengguna, web 3.0 mampu memberikan keterangan-keterangan relevan dengan pengguna tentang suatu informasi.
 
4. Web 4.0
 
Web 4.0 adalah private secretary dalam bentuk organisme buatan. Sebuah alat dimana aplikasi komputer/program/tools/device yang kita miliki dan jalankan secara online dapat mengetahui dan merekam rutinitas yang kita lakukan. Web 4.0 juga bisa digunakan untuk membantu dalam pencarian informasi, penyimpanan riwayat pencarian, ataupun mempertemukan orang orang yang mencari informasi sama.
 
Nah, tadi merupakan penjelasan-penjelasan mengenai jenis website yang ada. Untuk membuat suatu website maka pilihlah jenis website yang sesuai dengan gambaran dan kebutuhan anda melalui penjelasan artikel diatas. 
 
 

Artikel Terbaru