IoT dan Cloud, Menjadi Solusi Dari Permasalahan Anda

IoT dan Cloud, Menjadi Solusi Dari Permasalahan Anda Perusahaan IOT Indonesia

Cloud Computing dan Internet of Things (IoT), dua teknologi yang tidak sama walaupun kedua hal tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sebuah paradigma baru dimana Cloud dan IoT dipadukan menjadi satu dan diramalkan sebagai  enabler dari skenario aplikasi dalam jumlah besar. Sehingga menjadikan kedua hal tersebut menjadi senjata untuk dapat terintegrasi satu sama lain menemukan suatu solusi untuk permasalahan yang ada.
 
Untuk memahami kedua hal tersebut, Simak penjelasan-penjelasan berikut ini yuk! 
 
Apa itu IoT dan Cloud Computing ?
 
Seperti ulasan diatas sebelumnya, Cloud Computing dan Internet of Things (IoT) merupakan dua hal yang berbeda. 
 
Internet of Things (IoT) adalah sistem integrasi yang memungkinkan kita dapat melakukan monitoring dan controlling dimana saja dan kapan saja. Untuk melakukannya IoT membutuhkan koneksi internet agar saling terhubung. Saat ini, sistem IoT sudah banyak digunakan di berbagai bidang, seperti industri, pendidikan, kesehatan, bisnis, dan lain sebagainya.
 
Sistem IoT memiliki kemampuan seperti menampilkan hasil sensor atau kendali jarak jauh, namun membutuhkan beberapa perangkat seperti mikrokontroler, platform cloud, dan interface. Platform cloud berfungsi sebagai tempat penampung data. Dalam platform cloud IoT telah menyediakan cloud untuk penyimpanan data. Untuk mempelajari cloud, kita akan bertemu dengan istilah cloud computing.
 
Cloud Computing itu apa sih? Cloud Computing dapat diartikan sebagai teknologi yang menyediakan beberapa layanan seperti platform, aplikasi, dan infrastruktur sebagai media komunikasi antar informasi (data) yang dapat dilakukan secara bersamaan. Dengan adanya teknologi seperti ini memungkinkan kita untuk menggunakan daya secara bersamaan, realtime, mudah digunakan dan dapat diakses dimana saja.
 
Lalu apa saja layanan pada Cloud Computing?
 
Cloud Computing mempunyai tiga model pengiriman (delivery) yaitu Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Infrastructure as a Service (IaaS).
 
1. Software as a Service
 
Software as a Service merupakan suatu jenis cloud computing yang biasanya diimplementasikan pada aplikasi-aplikasi di smartphone maupun di PC. Kita mungkin pernah menggunakan aplikasi yang mengharuskan untuk online dalam penggunaannya secara keseluruhan atau sebagian. Contohnya saat kita menggunakan Microsoft Word 365, menulis di aplikasi ini tetap dapat dilakukan tetapi untuk mengakses fitur seperti template, gambar, atau yang lainnya, perangkat kita harus terkoneksi dengan internet.
 
Itulah SaaS, dimana Cloud menyimpan berbagai jenis komponen tambahan untuk aplikasi tersebut. Penggunaan SaaS sangat memudahkan pengguna tanpa harus menghabiskan ruang penyimpanan internal berlebihan hanya untuk suatu aplikasi, selain itu bagi developer juga dapat memberikan update pelayanan kapan saja.
 
2. Platform as a Service
 
Platform as a Service merupakan komputasi cloud yang memiliki fungsi memberi kemudahan kepada developer untuk membuat aplikasi yang membutuhkan sistem cloud. Bahkan dapat dikatakan bahwa PaaS dapat digunakan juga untuk membuat suatu aplikasi dengan sistem SaaS.
 
PaaS juga dapat disebut sebagai Platform Cloud. Di bidang IoT, platform Cloud IoT seperti Thingspeak, Firebase, atau sejenis lainnya juga memiliki kemiripan dengan Paas. Pembuatan PaaS tentunya akan lebih kompleks karena kita diharuskan membuat platform yang open source dan mudah digunakan bagi developer dalam pembuatan aplikasi.
 
3. Infrastructure as a Service
 
Infrastructure as a Service merupakan model layanan cloud yang menjadi server fisik dan virtual server. Penyedia layanan ini menyediakan resource cloud seperti server, jaringan, storage, dan ruang data center yang memungkinkan kita untuk dapat menggunakan server tanpa harus memiliki komputer atau peralatan fisik lainnya. Contoh dari IaaS adalah Microsoft Azure.
 
Berbagai model pengiriman Cloud yang telah dijabarkan tadi dapat digunakan untuk pengembangan sistem IoT yang membutuhkan cloud untuk penyimpanan data. Untuk perancangan sistem tersebut tetap harus membutuhkan perangkat tambahan yang dapat melengkapi sistem IoT seperti mikrokontroler, interface, dan berbagai perangkat lainnya untuk memberi input atau output data.
 
Apa saja kemudahan yang ditawarkan Cloud Computing?
 
- Dapat menggunak aplikasi secara bersamaan dengan mudah
- Mudah diakses menggunakan internet
- Lebih hemat biaya
- Layanan penyimpanan data yang dapat diakses secara online
- Mudah berkolaborasi
- Mengembangkan aplikasi secara bersamaan dengan mudah
- Kemudahan untuk berbagi informasi dan saling tukar data menggunakan internet, dan lainnya
 
Peranan Cloud Computing sangat erat berhubungan dengan IoT dimana keduanya dapat saling terhubung agar bisa saling berkomunikasi menggunakan internet ke perangkat yang sudah dihubungkan dengan IoT.
 
Apa saja peranan Cloud bagi Operasi IoT?
 
Cloud dan IoT memiliki banyak hal yang saling berkaitan dan memainkan peran penting dalam memastikan efisiensi dan skalabilitas IoT. Berikut ini adalah beberapa fungsi cloud computing dalam operasi IoT. 
 
- Aktifkan penyediaan layanan jarak jauh
 
Cloud computing dikenal karena perannya untuk membuat pemrosesan daya, penyimpanan data, dan aplikasi berjalan jauh lebih mudah. Ini merupakan salah satu langkah besar untuk membuat perangkat IoT berjalan dengan lancar dan juga memotong kebutuhan akan infrastruktur di lokasi yang biayanya mungkin diperlukan lebih banyak untuk pengelolaan. Cloud menawarkan berbagai layanan yang penting untuk perangkat IoT contohnya seperti Platform sebagai Layanan (PaaS), Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS), dan Infrastruktur sebagai Layanan (IaaS).
 
- Skalabilitas meningkat
 
Skalabilitas hosting aplikasi pada cloud memberikan peluang tak terbatas. Tetapi tidak dapat dikatakan untuk pengembang yang bergantung pada infrastruktur di tempat. Tingginya biaya pembelian perangkat keras, konfigurasi tinggi, dan pemeliharaan rutin merupakan beberapa alasan terbatasnya pertumbuhan infrastruktur lokal. Ketergantungan pada cloud membuatnya lebih mudah untuk menjalankan perangkat IoT karena itu hanya berarti membeli lebih banyak ruang penyimpanan dan layanan tambahan. Fleksibilitas ini memungkinkan Anda untuk meningkatkan skala operasi Anda namun di sisi lain tetap menghabiskan lebih sedikit untuk operasi IoT. 
 
- Keamanan yang lebih baik
 
Salah satu masalah paling kerap terjadi yang dihadapi oleh operator IoT dan industri teknologi secara keseluruhan adalah keamanan data. Nah, cloud menawarkan peluang yang lebih baik bagi perangkat IoT untuk memiliki keamanan yang lebih baik. Cloud menyediakan sistem autentikasi dua faktor yang melindungi semua data sensitif  dan hanya dapat diakses oleh orang yang memiliki kewenangan. 
 
- Memungkinkan kolaborasi tanpa batas
 
Kolaborasi tanpa batas? Kenapa tidak. Dikarenakan cloud computing menyediakan konektivitas jaringan yang tersebar luas disertai dengan kemampuan untuk menghubungkan ke banyak pengembang IoT. Cloud computing memungkinkan pengembang produk IoT untuk bekerja sama secara efisien. Pengembang membuat aplikasi IoT menggunakan platform IoT cloud dan dapat berkolaborasi dengan orang lain walaupun sedang berada di tempat yang berbeda dan mengerjakan proyek yang sama. Kolaborasi memiliki kemungkinan untuk menyelesaikan proyek lebih tepat waktu dan dengan barang-barang berkualitas tinggi. Selain itu, program dapat saling berbagi data melalui platform cloud.
 
Sistem kerja IoT dengan cloud sebagai Monitoring
 
- Jika mikrokontroler sudah terhubung dengan sensor maka akan memiliki nilai hasil baca. Misalnya hasil sensornya adalah DHT22 yang dapat membaca temperatur. Nilai temperatur dari hasil baca sensor berupa data, lalu hasil data ini dikirimkan ke cloud sebagai penyimpan data atau ada juga yang menyebutnya dengan broker.
 
- Kemudian data diakses melalui smartphone atau komputer (interface) lalu akan ditampilkan berbagai nilai hasil baca sensor.
 
- Semua proses ini membutuhkan koneksi internet agar saling terhubung. Karena untuk mengakses cloud hanya dapat dilakukan melalui internet
 
Sistem kerja IoT dengan cloud sebagai Controlling
 
- Interface akan diberikan tombol, slider, atau sejenisnya untuk memberikan masukan dalam bentuk nilai/data. Data yang diberikan tersebut kemudian dikirimkan menuju cloud sebagai media penyimpanan data virtual. 
 
- Untuk mengetahui data apa saja yang dikirimkan oleh interface, maka data tersebut diakses oleh mikrokontroler.
 
- Mikrokontroler memiliki fungsi untuk menerima data tersebut dan mengolahnya menjadi suatu output atau respon. Contohnya dari interface memberikan instruksi untuk mematikan layar, maka pada mikrokontroler akan mengolah data dari cloud sesuai dengan perintah yang diberikan.
 
- Begitu juga dengan monitoring, controlling juga memerlukan koneksi internet untuk mengakses cloud.
 
Kedua cara tidak jauh berbeda, yaitu pengiriman data ke cloud dan mengakses data di cloud. Istilah yang digunakan mengakses ya, bukan menerima. Itu disebabkan karena cloud bersifat seperti ruang untuk meletakkan barang. Jadi barang ini dapat diletakkan dalam ruang tersebut, kemudian jika kita membutuhkan barangnya, maka kita perlu masuk ke ruang tersebut untuk mengambilnya (mengaksesnya).
 
Big Data yang mendukung IoT dan Cloud
 
Big Data berfungsi sebagai platform analisis untuk data yang diperoleh oleh perangkat yang berkemampuan IoT. Lokasi penyimpanan jaringan telah disediakan oleh cloud computing, yang menggunakan platform cloud. Banyak prospek pertumbuhan eksponensial yang terjadi ketika ketiga teknologi ini diterapkan bersama bagi perusahaan yang menerapkannya. 
 
Peran Cloud Computing dalam IoT dan Operasi Big Data
 
Data yang telah dikumpulkan dari berbagai sensor oleh Sistem IoT kemudian dikirimkan ke cloud analitik untuk diproses melalui gateway.
 
Koneksi antara sensor dan gateway lebih seringi dibuat melalui frekuensi radio, wi-fi, koneksi kabel dan BLE. Gateway, sementara itu, bisa menjadi perangkat apa pun, paling sering ponsel.
 
Dengan kelebihan yang dimiliki melalui kapasitas yang luas untuk menangani volume, variasi, dan kecepatan data, sistem cloud computing membantu IoT memproses data secara lebih efisien untuk melakukan fungsi yang sensitif terhadap waktu dan membantu IoT menjalankan sistemnya dengan lebih cepat.
 
Ini sangat penting dalam mendeteksi dan mengirim peringatan kepada pengguna, terutama dalam konteks "kota pintar", "rumah pintar" dan "kantor pintar". Begitupun dengan bentuk kejadian seperti kebakaran/asap, peringatan kemacetan lalu lintas atau sensor polusi.
 
Dengan data tersebut diproses dengan cepat, dengan lebih sedikit gangguan dan waktu jeda yang lebih kecil, sehingga menghasilkan respon otomatis yang lebih cepat (seperti menyalakan alat pemadam kebakaran atau menyarankan pengguna untuk mengubah rute di tengah kemacetan lalu lintas).
 
Tantangan adopsi cloud untuk pemrosesan data besar
 
Ada beberapa tantangan yang harus diatasi saat menggunakan cloud computing untuk berfungsi sebagai ruang bagi IoT dan analitik data besar. Yaitu tantangan seperti meningkatkan keamanan dan privasi sistem komputasi awan (hibrida), mempromosikan heterogenitas data dalam sistem komputasi awan, serta meningkatkan efektivitas pemantauan dan kinerja.
 
Kesimpulan
 
IoT menggambarkan bahwa terhubungnya semua benda berbentuk fisik ke jaringan internet yang tentunya sangat berkaitan dengan bisnis di semua industri yang semakin berkembang. Untuk mengoptimalkan IoT bagi bisnis kita.
 

Artikel Terbaru