Memahami Pentingnya Implementasi Keamanan Sistem Informasi Bagi Kelangsungan Perusahaan!

Memahami Pentingnya Implementasi Keamanan Sistem Informasi Bagi  Kelangsungan Perusahaan! Perusahaan IOT Indonesia

Keamanan sistem informasi pada saat ini telah banyak didirikan oleh para kelompok analis dan programmer namun pada akhirnya ditinggalkan oleh para pemakainya. Hal tersebut terjadi karena sistem yang dibangun lebih berorientasi pada pembuatnya sehingga berakibat sistem yang dipakai lebih sulit untuk digunakan atau kurang user friendly, sistem dinilai kurang interaktif , kurang memberi rasa nyaman bagi pemakai, sistem interface sulit dipahami dari sisi menu dan tata letak kurang memperhatikan kebiasaan perilaku pemakai, sistem yang dirasa cenderung memaksa pemakai dalam mengikuti prosedur yang dibangun sehingga sistem terasa kaku dan kurang dinamis, dan keamanan dari sistem informasi yang dibangun tidak terjamin.

Hal-hal yang telah disebutkan diatas dapat menyimpulkan bahwa dalam membangun sebuah keamanan sistem informasi harus memiliki orientasi yang berbasis perspektif bagi pemakai sehingga tidak menjadi penghalang atau bahkan mempersulit dalam proses transaksi dan eksplorasi dalam pengambilan keputusan. Terdapat banyak cara untuk mengamankan data ataupun informasi pada sebuah sistem. Pengamanan data terbagi menjadi dua jenis yaitu : pencegahan dan pengobatan. Pencegahan dilakukan dengan tujuan supaya data tidak rusak, hilang dan dicuri, sementara itu pengobatan dilakukan apabila data sudah terkena virus, sistem terkena worm, dan lubang keamanan sudah dieksploitasi.

Keamanan sebuah informasi merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan. Masalah tersebut dinilai penting karena jika sebuah informasi dapat diakses oleh orang yang tidak berhak atau tidak bertanggung jawab, maka keakuratan informasi tersebut akan diragukan, bahkan akan menjadi sebuah informasi yang dapat menyesatkan. Keamanan sistem informasi adalah usaha yang dilakukan oleh individu atau perseorangan, perusahaan, lembaga, atau organisasi untuk melindungi perangkat komputer, perangkat lain non-komputer, informasi, data dan fasilitas dari penyalahgunaan oleh orang tidak berwenang. Singkatnya, keamanan informasi merupakan suatu usaha pencegahan akses dari orang luar yang tak bertanggung jawab.

Menerapkan sistem keamanan informasi berarti menandakan bahwa individu atau perusahaan tersebut melek atau aware terhadap risiko cyber crime. Cyber crime adalah kejahatan yang dilakukan di dunia maya untuk menipu, membohongi, mencuri, menyerang, menyakiti, dan menyalahgunakan data-data yang tersebar di internet. Tersebarnya informasi ke pihak yang tidak berwenang akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi pelaku usaha.
 

Prinsip Keamanan Sistem Informasi


Berikut ini beberapa prinsip dasar untuk membentuk sebuah keamanan sistem informasi yang utama, yaitu:

1. Integritas

Sebuah sistem keamanan informasi harus memiliki nilai integritas. Artinya, prinsip ini menekankan bahwa informasi adalah sesuatu yang tidak boleh diubah tanpa adanya izin dari pemiliknya. Hal-hal yang termasuk dalam aktivitas mengubah informasi seperti mencakup adanya virus, masuknya trojan horse, dan tindakan mengubah informasi lain yang dilakukan oleh pemakai tidak atas izin dari yang berwenang.

2. Kerahasiaan

Inti utama dari prinsip kerahasiaan adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang-orang yang tidak punya hak untuk mengaksesnya. Sistem keamanan tentunya harus bisa melindungi informasi dan data perusahaan dari ulah orang-orang tidak berwenang, terutama untuk informasi yang sifatnya private. Salah satu usaha untuk meningkatkan keamanan sistem informasi private adalah dengan menggunakan teknik kriptografi. Kriptografi adalah teknik matematika yang umumnya digunakan untuk mengamankan sistem informasi, mulai dari menjaga keabsahan data, integritas data, dan autentikasi data.

3. Ketersediaan

Prinsip ketersediaan berkaitan dengan metode yang menyatakan bahwa informasi tersebut terjamin keasliannya, atau orang yang mengakses atau memberikan informasi tersebut memang punya wewenang untuk melakukannya. Salah satu cara untuk membuktikan keaslian dokumen biasanya dilakukan dengan cara watermarking dan digital signature. Sedangkan untuk membuktikan pengakses adalah orang yang berwenang, biasanya dilakukan dengan lisensi atau hal lain yang dapat menunjukkan bahwa ia adalah seorang pengguna yang sah dan berhak atas informasi tersebut.
 

Masalah Keamanan Dalam Sistem Informasi


Ancaman terhadap sistem informasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu ancaman aktif dan ancaman pasif.

Ancaman Aktif Mencakup:

-Pencurian data

Jika informasi penting yang terdapat dalam database dapat diakses oleh pihak tidak berwenang maka akibatnya dapat kehilangan informasi atau uang. Misalnya, seorang mata-mata industri dapat memperoleh informasi persaingan yang berharga, penjahat komputer dapat mencuri uang bank. 

-Penggunaan sistem secara ilegal

Orang yang tidak memiliki akses informasi pada suatu sistem yang bukan menjadi hak-nya, dapat mengakses sistem tersebut. Penjahat komputer jenis ini umumnya adalah hacker atau disebut sebagai orang yang suka menembus sistem keamanan dengan tujuan mendapatkan data atau informasi penting yang diperlukan, memperoleh akses ke sistem telepon, dan membuat sambungan telepon jarak jauh secara tidak sah.

-Penghancuran Data Secara Ilegal

Penjahat komputer merupakan orang yang dapat merusak atau menghancurkan data atau informasi dan membuat berhentinya suatu sistem operasi komputer. Penjahat komputer ini tidak perlu berada di tempat terjadinya kejadian. Ia dapat masuk melalui jaringan komputer dari suatu terminal kemudian menyebabkan kerusakan pada semua sistem dan hilangnya data atau informasi penting. Penjahat komputer jenis ini umumnya disebut sebagai cracker atau penjebol sistem komputer yang memiliki tujuan untuk melakukan pencurian data atau merusak sistem.

-Modifikasi Secara Ilegal

Ancaman yang satu ini disebut dengan melakukan aktivitas perubahan-perubahan pada data atau informasi dan perangkat lunak secara tidak disadari. Jenis modifikasi yang membuat pemilik sistem menjadi bingung karena adanya perubahan pada data dan perangkat lunak yang disebabkan oleh program aplikasi yang merusak (malicious software). Program aplikasi yang dapat merusak tersebut terdiri dari program lengkap atau segmen kode yang melaksanakan fungsi yang tidak dikehendaki oleh pemilik sistem.
Fungsi ini dapat menghapus file atau menyebabkan sistem menjadi terhenti. Jenis aplikasi mayoritas yang dapat merusak data atau perangkat lunak adalah serangan virus.

Ancaman Pasif, mencakup:

-Kegagalan sistem
-Kesalahan manusia (Human Error)
-Bencana alam
 

Cara Menjaga Keamanan Sistem Informasi


Berikut ini adalah empat cara menjaga keamanan sistem informasi yang dapat diterapkan:

1. Desain Sistem Yang Aman 

Pertama, buatlah sebuah sistem informasi yang bisa membedakan hak akses setiap user sesuai dengan kebutuhannya. Desain sistem juga harus memiliki kemampuan untuk menghilangkan akses yang tidak perlu ke hardware, software, maupun ruang penyimpanan. Pastikan juga para pengguna mempunyai username dan password masing-masing.

2. Hindari Membuka Link Asing

Anda perlu berhati-hati dan menghindari membuka link asing yang mencurigakan. Ini akan membahayakan karena biasanya link tersebut mengarah pada izin akses ke akun lain, atau ke rekening Anda. Hindari pesan-pesan bermotif modus seperti pesan mendapat hadiah, tagihan, perangkat terkena virus, pesan dari orang yang mengaku sebagai kerabat, konfirmasi keamanan, dan lain-lain. Sebaiknya, pastikanlah terlebih dahulu apakah pengirimnya valid atau tidak.

3. Backup Data

Hal penting yang wajib Anda lakukan untuk menjaga keamanan sistem informasi terkait data perusahaan adalah selalu melakukan backup data. Hal ini bertujuan untuk menghindari kehilangan data sewaktu-waktu akibat sistem error, pemadaman listrik mendadak, atau koneksi internet tiba-tiba hilang. Apabila Anda diserang oleh hacker pun, Anda masih bisa dan sempat menyelamatkan data-data penting yang dibutuhkan.

4. Jangan Memberikan Informasi Penting Sembarangan 

Terakhir, jangan pernah memberikan informasi penting, apalagi yang bersifat privasi, kepada sembarang orang. Misalnya, jangan mudah untuk memberikan nomor rekening, tanggal lahir, nama lengkap, nomor telepon, dan sebagainya. Dengan berbekal data yang seperti itu, hacker bisa mengakses semua aktivitas keuangan Anda dengan mudah. 
 

Pentingnya Keamanan Sistem Informasi


6 poin mengapa keamanan informasi itu penting:

-Mengacu pada fungsionalitas perusahaan. Setiap perusahaan harus menetapkan kebijakan guna mengoperasikan perusahan tersebut sesuai dengan yang telah ditetapkan, sehingga dapat berjalan dengan efisien.

-Memastikan setiap kegiatan berjalan dengan aman. Perusahaan yang “modern” harus mampu menciptakan ekosistem seluruh kegiatan yang berbasis teknologi informasi secara lebih terorganisasi dan memiliki kemampuan sistem terdistribusi baik.

-Melindungi data yang dimiliki perusahaan. Keamanan informasi harus meliputi aspek dalam melindungi data, baik itu data dalam jaringan internal (intranet) maupun internet (berbasiskan cloud).
Melindungi setiap aset perusahaan. Tak hanya data dan informasi, melainkan keamanan informasi juga berperan penting untuk melindungi seluruh aset perusahaan, baik itu yang beresiko bocor ataupun tidak, demi kelangsungan proses di dalamnya. Terlebih untuk meminimalisir adanya human error.

-Ancaman baru semakin canggih setiap harinya. Ancaman dan serangan setiap hari yang semakin canggih, meliputi malware, Distributed Denial of Service (DDoS), hacking, dan lain sebagainya.

-Mengikuti kebijakan yang berlaku, seperti GDPR. General Data Protection Regulation (GDPR) merupakan peraturan yang berhubungan dengan kerahasiaan data (data privacy) yang ditujukan untuk seluruh perusahaan di dunia, bertujuan guna memberi perlindungan lebih baik terhadap kerahasiaan data dalam ekonomi digital seperti sekarang ini.

Artikel Terbaru