Digital Twin: Menghubungkan Dunia Fisik dan Virtual untuk Efisiensi Bisnis

Digital Twin: Menghubungkan Dunia Fisik dan Virtual untuk Efisiensi Bisnis Perusahaan IOT Indonesia

Menerapkan budaya Digital Twin, yang mencakup perangkat lunak manajemen siklus hidup produk virtual dan nyata, secara signifikan mengurangi waktu siklus desain, pengujian, dan meningkatkan hasil. Peningkatan manufaktur ini terjadi dengan pengurangan biaya perawatan dan produk yang wajar. Selama beberapa tahun terakhir, bisnis telah melihat Industri 4.0 Industrial Internet of Things (IIoT) bermigrasi ke Digital Twin. Strategi ini menarik banyak pulau keunggulan sekuensial tradisional abad ke-20 ke dalam aplikasi pemeliharaan prediktif, perencanaan dan pengoptimalan proses, serta desain produk dan pembuatan prototipe virtual yang kohesif dari awal hingga akhir. Dengan manfaat ini, proyek Digital Twin menarik perhatian mereka yang menginginkan nol kegagalan dan percepatan proses yang berkelanjutan. Inti dari Digital Twin adalah kombinasi jembatan waktu nyata antara dunia nyata dan dunia digital.
 

Definisi Digital Twin

Digital Twin adalah representasi digital dari objek, proses, layanan, atau lingkungan fisik yang berperilaku dan tampak seperti padanannya di dunia nyata. Digital Twin dapat berupa replika digital dari suatu objek di dunia fisik, seperti mesin jet atau ladang angin, atau bahkan benda yang lebih besar seperti gedung atau bahkan seluruh kota. Sebagai alternatif, teknologi Digital Twin dapat digunakan untuk mereplikasi proses atau menjalankan simulasi guna mengumpulkan data untuk memprediksi kinerjanya.

Digital Twin pada dasarnya adalah program komputer yang menggunakan data dunia nyata untuk membuat simulasi yang dapat memprediksi kinerja suatu produk atau proses. Simulasi didasarkan pada kondisi aset saat ini dan data historis. Program-program ini dapat mengintegrasikan internet of things (Industri 4.0), kecerdasan buatan, dan analisis perangkat lunak untuk meningkatkan output. Penggunaan sensor internet of things (IOT) memungkinkan transfer data dunia nyata untuk membuat representasi virtual di ranah digital. 

Dengan kemajuan pembelajaran mesin dan faktor-faktor seperti big data, model-model virtual ini telah menjadi hal pokok dalam rekayasa modern untuk mendorong inovasi dan meningkatkan kinerja. Singkatnya, penciptaannya dapat memungkinkan peningkatan tren teknologi strategis, mencegah kegagalan mahal pada objek fisik dan juga, dengan menggunakan kemampuan analitis, pemantauan, dan prediksi yang canggih, menguji proses dan layanan.
 

Bagaimana Teknologi Digital Twin Bekerja?

Kehidupan digital twin dimulai dengan para ahli dalam matematika terapan atau ilmu data yang meneliti fisika dan data operasional dari objek atau sistem fisik untuk mengembangkan model matematika yang mensimulasikan yang asli. Pengembang yang membuat digital twin memastikan bahwa model komputer virtual dapat menerima umpan balik dari sensor yang mengumpulkan data dari versi dunia nyata. Hal ini memungkinkan versi digital meniru dan mensimulasikan apa yang terjadi dengan versi asli secara real time, menciptakan peluang untuk mengumpulkan wawasan tentang kinerja dan potensi masalah apa pun. Digital twin dapat serumit atau sesederhana yang dibutuhkan, dengan jumlah data yang berbeda menentukan seberapa tepat model mensimulasikan versi fisik dunia nyata. Twin dapat digunakan dengan prototipe untuk memberikan umpan balik pada produk saat dikembangkan atau bahkan dapat bertindak sebagai prototipe dengan sendirinya untuk memodelkan apa yang dapat terjadi dengan versi fisik saat dibangun.

Karena dapat digunakan di berbagai industri, mulai dari otomotif hingga perawatan kesehatan dan pembangkit listrik, teknologi ini telah digunakan untuk memecahkan sejumlah besar tantangan. Tantangan ini meliputi pengujian kelelahan dan ketahanan korosi untuk turbin angin lepas pantai serta peningkatan efisiensi pada mobil balap. Aplikasi lainnya meliputi pemodelan rumah sakit untuk menentukan alur kerja dan staf guna menemukan perbaikan prosedur. Digital Twin memungkinkan pengguna untuk menyelidiki solusi untuk perpanjangan siklus hidup produk, perbaikan manufaktur dan proses, serta pengembangan produk dan pengujian prototipe. Dalam kasus seperti itu, Digital Twin secara virtual dapat mewakili suatu masalah sehingga solusi dapat dirancang dan diuji dalam program, bukan di dunia nyata.
 

Bagaimana hubungan antara Digital Twin dan internet of things (IoT)?

Digital Twin adalah visualisasi yang dibangun dari model konseptual (misalnya, BIM, CAD, atau GIS) atau pemindaian entitas fisik (misalnya, produk atau fasilitas yang diproduksi). Internet of things (IoT) mengacu pada jaringan objek fisik yang memiliki pengenal unik (UID) dan berisi teknologi tertanam. Hal ini memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan objek lain melalui internet, mengumpulkan data dunia nyata dan waktu nyata. Ketika Digital Twin terintegrasi dengan data IoT, mereka dapat memberikan wawasan tentang kinerja aset pada titik waktu tertentu, dan membantu pengguna mengevaluasi hasil potensial dan merencanakan resolusi.

Dengan akses ke sensor dan data IoT, Digital Twin dapat menangkap pandangan holistik dari model virtual untuk membuka kecerdasan operasional yang lebih dalam. Misalnya, Digital Twin suatu mesin mungkin berisi informasi tentang karakteristik kinerjanya dan memungkinkan teknisi untuk menjalankan simulasi guna menguji desain baru atau mengukur dampak perubahan di masa mendatang. Meskipun ada banyak jenis Digital Twin, semuanya memiliki sejumlah karakteristik umum. Mereka menggunakan representasi digital dari objek dan sistem fisik, berisi UID sehingga dapat dengan mudah diidentifikasi oleh perangkat di internet, dan memungkinkan komunikasi dua arah antara mereka dan perangkat IoT fisik untuk bertukar informasi dan mengkoordinasikan tindakan.
 

Apa arti Digital Twin dalam bisnis dan mengapa hal itu sangat bermanfaat?

Maraknya Internet of Things (IoT) telah melengkapi adopsi teknologi baru ini, karena IoT telah menghasilkan implementasi yang hemat biaya. Kembaran virtual telah menjadi keharusan bagi bisnis saat ini, yang secara konsisten disebut sebagai tren teknologi strategis dalam beberapa tahun terakhir. Kompleksitas teknologi telah menimbulkan banyak pertanyaan dalam industri. Salah satu yang terpenting adalah bagaimana hal itu mengubah cara desain, perencanaan, manufaktur, operasi, simulasi, dan peramalan berfungsi secara tradisional? Kembaran fisik yang direplikasi pada platform virtual adalah salinan digital dari objek fisik yang hampir real-time. Kembaran tersebut merupakan jembatan antara dunia digital dan dunia fisik. Kegunaan utamanya adalah untuk mengoptimalkan kinerja bisnis, melalui analisis data dan pemantauan sistem untuk mencegah masalah sebelum terjadi dan mencegah waktu henti. Simulasi yang dihasilkan akan membantu mengembangkan dan merencanakan peluang dan pembaruan di masa mendatang dalam proses atau produk. Manfaat teknologi kembaran virtual sangat besar, dengan industri seperti pertanian, pemerintahan, transportasi, dan ritel merasakan manfaat dari teknologi dan manfaatnya di masa mendatang.
 

Digital Twin Dalam Lima Dimensi

Cara yang berguna untuk memahami Digital Twin adalah antara dua bidang dan lima dimensi fungsionalitas yang berbeda. Digital Twin dalam bentuk yang paling sederhana adalah digitalisasi dan visualisasi aset fisik dalam tiga dimensi: Static Twins, Dinamic Twins, dan kembaran operasional. Dalam bentuk lanjutannya, ia merupakan mesin pengoptimalan yang hebat dalam dua dimensi lagi: simulasi dan prediksi. Seiring dengan semakin canggihnya kembaran, pengguna dapat memperoleh manfaat dari dukungan yang lebih baik dalam pengambilan keputusan dan perencanaan.

Visualisasi (lapisan 1-3)

Visualisasi adalah mengambil objek fisik atau proses abstrak dan mendigitalkannya. Semua kinerja peralatan atau tugas dapat direpresentasikan dalam data – satuan waktu, energi, keluaran, dll. Digital Twin dapat hadir dalam tiga dimensi visualisasi mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks.

  1. Static Twins:Static Twins adalah Digital Twin yang belum sempurna. Static Twins dibuat dengan data yang diambil dari objek nyata pada interval waktu tertentu sebagaimana dirancang. Namun, data ini masih sangat akurat dan harus 1 banding 1 dengan kenyataan. Meskipun Static Twins "sederhana", kembaran tersebut dapat divisualisasikan dalam berbagai cara menggunakan pemodelan BIM 3D, bagan, dan skema. Digital Twin statis juga mampu disimulasikan. Namun, simulasi ini dilakukan tanpa menggunakan data waktu nyata sehingga menyisakan Meskipun Static Twins berguna, kembaran tersebut tidak benar-benar hidup. Kurangnya beberapa fungsi utama menahan Static Twins dari potensinya yang sebenarnya.

  2. Dynamic Twins: Dimensi penting berikutnya dari Digital Twin adalah representasi kembaran fisiknya pada titik waktu yang sama. Dynamic Twins menghubungkan keduanya menggunakan data waktu nyata yang dikumpulkan oleh sensor dan sistem TI, seperti perangkat IoT dan server pengumpulan data. Digital Twin dinamis memecah silo data antara berbagai sistem dan operasi karena keduanya dapat berkomunikasi melalui infrastruktur ini.

  3. Operational Twins: Operational Twins adalah tempat Digital Twin benar-benar menjadi kenyataan. Kembaran ini melampaui dimensi waktu (apa adanya) untuk menunjukkan bagaimana setiap peralatan dan setiap proses bekerja. Hal ini dibangun berdasarkan kemampuan analitis Dynamic Twins untuk terhubung dengan operasi melalui peringatan otomatis dan sistem perintah kerja untuk mengoreksi anomali. Sebagian besar bisnis dapat memperoleh manfaat besar dari digitalisasi dan visualisasi peralatan, sistem, dan operasi mereka. Ketiga dimensi Digital Twin ini, jika diterapkan dengan cerdas, dapat menghasilkan peningkatan efisiensi dan mengurangi pemborosan waktu, uang, dan energi.

Namun, potensi fungsionalitas Digital Twin bahkan lebih besar. Dengan mengintegrasikan teknologi yang lebih kompleks, visualisasi berubah menjadi pengoptimalan.

Optimalisasi (lapisan 4-5)

Digital Twin dapat memberitahu kita apa yang mungkin terjadi di masa mendatang. Pada bentuk tertingginya, kembaran tersebut dapat secara otomatis mengoptimalkan kembaran di dunia nyata. Kembaran ini melampaui data dan memperoleh kemampuan untuk mengendalikan dan membuat keputusan. Langkah pertama adalah simulasi.

  1. Real-time simulation twins: Kembaran simulasi mengintegrasikan semua variabel yang diketahui (lapisan 1-3) dengan model simulasi digital yang mengandalkan fisika untuk menghitung bagaimana situasi tertentu akan mempengaruhi metrik ini di masa mendatang. Kembaran ini menggunakan data waktu nyata sebagai input untuk melakukan simulasi dengan lebih akurat dan tepat. Simulasi kembar sangat berharga untuk mendukung pengambilan keputusan. Perusahaan dengan rencana ambisius untuk mengurangi penggunaan energi dan jejak karbon akan menemukan bahwa simulasi kembar menghilangkan dugaan dan pemodelan yang rumit karena semua informasi termuat dalam satu model dan platform.

  2. Simulasi kembar prediktif: Simulasi kembar prediktif melakukan lebih dari sekadar menghitung apa yang akan terjadi; ia secara otomatis bertindak berdasarkan keputusan. Simulasi kembar prediktif menggunakan AI dan pembelajaran mesin untuk melihat bagaimana peralatan atau sistem dapat dipengaruhi oleh variabel seperti cuaca atau iklim dan menerapkan protokol pengoptimalan untuk mengantisipasinya. Simulasi kembar prediktif adalah puncak dari bangunan pintar. Mereka dapat memungkinkan situs pengguna mencapai operasi yang dioptimalkan seumur hidup.

Digital Twin telah berkembang jauh sejak awal, dan mereka masih dapat muncul dalam berbagai bentuk yang mencakup lima dimensi fungsionalitas. Setiap dimensi fungsionalitas berguna dalam keadaan yang berbeda. Jika berbicara tentang mengatasi isu terpenting yang dihadapi organisasi masa kini, Digital Twin yang mampu mengoptimalkan kinerja dan proses akan menjadi yang paling ampuh.
 

Kelebihan dan Kekurangan Digital Twin

Gagasan teknologi digital twin masih sangat baru, tetapi baru-baru ini populer karena potensinya untuk merevolusi banyak industri yang berbeda. Untuk melacak dan meningkatkan kinerja sistem atau produk yang sebenarnya, dibuatlah versi virtual. Kelebihan dan kekurangan teknologi digital twin adalah sebagai berikut

Kelebihan Teknologi Digital Twin

  1. Desain Produk yang Lebih Baik: Simulasi produk yang terperinci dapat dibuat selama proses desain berkat teknologi digital twin. Hal ini memungkinkan desainer untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak dini dan mengatasinya sebelum produk diproduksi. Akibatnya, barang-barang memiliki peluang lebih tinggi untuk bertahan lebih lama dan berfungsi dengan baik.

  2. Peningkatan Efisiensi: Pemantauan kinerja sistem dan produk secara real-time dimungkinkan dengan penggunaan digital twin. Hal ini membantu bisnis mengidentifikasi dan mengatasi masalah dengan cepat, menghemat waktu henti, dan meningkatkan hasil. Hal ini juga dapat memperjelas bagaimana barang dan sistem dapat dimodifikasi untuk meningkatkan kinerja.

  3. Penghematan Biaya: Teknologi digital twin dapat membantu bisnis memangkas biaya dengan mengurangi persyaratan untuk pengujian fisik dan pembuatan prototipe. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa barang dapat diuji dan divalidasi secara virtual sebelum diproduksi. Hal ini mengurangi biaya sumber daya dan material, yang dapat menjadi signifikan dalam kasus sistem yang kompleks.

  4. Digital Twin dapat digunakan untuk pemeliharaan prediktif, yang melacak kinerja sistem dan mengantisipasi kapan perbaikan diperlukan. Hal ini mengurangi waktu henti dan biaya pemeliharaan dengan memungkinkan bisnis merencanakan pemeliharaan sebelumnya.

  5. Pemantauan Jarak Jauh: Kemampuan untuk memantau Digital Twin dari jarak jauh sangat membantu untuk sistem yang terletak di area berbahaya atau terpencil. Perusahaan kini dapat mengawasi produk dan sistem secara real time.

  6. Peningkatan Kerja Sama Tim dan Interaksi: Arsitektur platform digital twin membantu meningkatkan kerja sama tim dan interaksi antara manajer proyek dan anggota tim. Model digital twin membantu mengembangkan representasi virtual yang diperbarui dan dibagikan, yang memungkinkan arsitek, insinyur, kontraktor, dan pemegang saham lainnya untuk bekerja lebih efektif sebagai satu tim. Setiap kejanggalan dapat dibagikan dengan mudah, sehingga meningkatkan kerja sama tim. Keterbukaan ini mendorong penyelesaian proyek yang lebih baik, dan produktivitas juga meningkat melalui teknologi digital twin.

Kekurangan teknologi Digital Twin

  1. Ketersediaan Data: Data yang akurat dan terkini sangat penting untuk keberhasilan teknologi digital twin. Bisnis dengan data berkualitas rendah atau akses terbatas ke data mungkin merasa kesulitan. Kegunaan digital twin dapat dikurangi dengan menggunakan data yang tidak akurat untuk memberikan simulasi dan saran yang tidak akurat.

  2. Kompleksitas: Penerapan teknologi digital twin mengharuskan kurva pembelajaran yang sangat tinggi. Ini berarti bahwa para profesional di sektor konstruksi dan arsitektur harus menginvestasikan waktu dan sumber daya mereka dalam pelatihan dan pengembangan. Bagi anggota tim yang tidak terbiasa dengan teknologi digital, penerapan digital twin bisa sangat menantang. Hal ini membatasi pengaturan awal dan proses yang sedang berlangsung dan, dengan demikian, memerlukan dukungan dan bantuan berkelanjutan dalam meningkatkan manfaat digital twin secara menyeluruh. Jadi, penting untuk memilih perusahaan pengembangan digital twin dengan bijak dan tepat.

  3. Keamanan: Digital twin dapat menjadi target serangan siber. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan mereka pada data dari banyak sumber, yang dapat digunakan oleh peretas untuk melawan mereka. Oleh karena itu, perusahaan perlu berinvestasi dalam keamanan siber untuk melindungi digital twin mereka dari serangan.

  4. Integrasi: Teknologi digital twin perlu diintegrasikan dengan sistem dan praktik yang berlaku saat ini. Hal ini mungkin menjadi tantangan bagi bisnis yang memiliki sistem lama yang kompleks. Integrasi mahal dan memakan waktu, dan dapat memerlukan perubahan signifikan pada praktik saat ini.

  5. Akurasi: Data dan model yang andal sangat penting untuk keberhasilan Digital Twin. Hal ini mungkin menjadi tantangan dalam sistem yang kompleks dengan model yang tidak akurat atau tidak lengkap. Hal ini dapat menyebabkan simulasi dan saran yang tidak akurat, sehingga mengurangi keberhasilan Digital Twin.

  6. Pemeliharaan: Setelah Digital Twin dibuat, kembaran tersebut harus dipelihara. Selama siklus hidup, objek fisik akan berbeda dari Digital Twinnya karena beberapa faktor seperti kondisi pengoperasian, usia, keausan, dll. Jika Digital Twin tidak dipelihara dan tidak mampu mengikuti perubahan yang terjadi dalam versi fisik, Digital Twin tersebut tidak akan lagi menjadi representasi akurat dari aset fisik, dan tujuan keseluruhan Digital Twin pun menjadi sia-sia. Sulit untuk memelihara aset digital. Banyak upaya Digital Twin yang gagal karena aset digital tidak menerima upaya pemeliharaan yang sama seperti aset fisik. Digital Twin memerlukan pemeliharaan yang konsisten, pengamatan yang signifikan, dan waktu untuk mendokumentasikan semua perubahan secara real-time. Jika dilakukan dengan benar, Digital Twin akan memberikan wawasan tentang dampak kondisi pengoperasian sebelum kembaran fisik mengalaminya.
     

Aplikasi Digital Twin

Konsep Digital Twin merupakan hal besar berikutnya di sebagian besar sektor bisnis, yang membantu memprediksi secara akurat kondisi terkini dan masa depan aset fisik dengan menganalisis padanan digitalnya. Dengan menerapkan Digital Twin, organisasi dapat memperoleh wawasan yang lebih baik tentang kinerja produk, meningkatkan layanan pelanggan, dan membuat keputusan operasional dan strategis yang lebih baik berdasarkan wawasan ini. Pengaplikasian utama Digital Twin ada di sektor-sektor berikut:

  1. Manufaktur: Digital Twin siap mengubah wajah sektor manufaktur saat ini. Digital Twin memiliki dampak signifikan pada cara produk dirancang, diproduksi, dan dirawat. Ini membuat manufaktur lebih efisien dan optimal sekaligus mengurangi waktu pemrosesan.

  2. Otomotif: Digital Twin dapat digunakan di sektor otomotif untuk membuat model virtual kendaraan yang terhubung. Ini menangkap data perilaku dan operasional kendaraan dan membantu menganalisis kinerja kendaraan secara keseluruhan serta fitur-fitur yang terhubung. Ini juga membantu dalam memberikan layanan yang benar-benar dipersonalisasi/disesuaikan untuk pelanggan.

  3. Ritel: Pengalaman pelanggan yang menarik adalah kunci di sektor ritel. Implementasi digital twin dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman pelanggan ritel dengan menciptakan virtual twin bagi pelanggan dan memodelkan mode bagi mereka di dalamnya. Digital Twin juga membantu dalam perencanaan di dalam toko yang lebih baik, implementasi keamanan, dan manajemen energi dengan cara yang optimal.

  4. Perawatan Kesehatan: Digital Twin beserta data dari IoT dapat memainkan peran penting dalam sektor perawatan kesehatan mulai dari penghematan biaya hingga pemantauan pasien, perawatan pencegahan, dan penyediaan perawatan kesehatan yang dipersonalisasi.

  5. Kota Cerdas: Perencanaan dan implementasi kota cerdas dengan Digital Twin dan data IoT membantu meningkatkan pembangunan ekonomi, manajemen sumber daya yang efisien, pengurangan jejak ekologis, dan meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan. Model digital twin dapat membantu perencana kota dan pembuat kebijakan dalam perencanaan kota cerdas dengan memperoleh wawasan dari berbagai jaringan sensor dan sistem cerdas. Data dari digital twin membantu mereka dalam mengambil keputusan yang tepat mengenai masa depan juga.

  6. IoT Industri: Perusahaan industri dengan implementasi digital twin kini dapat memantau, melacak, dan mengendalikan sistem industri secara digital. Selain data operasional, digital twin menangkap data lingkungan seperti lokasi, konfigurasi, model keuangan, dll. yang membantu dalam memprediksi operasi dan anomali di masa mendatang.
     

Digital Twin Dalam Industri 4.0

Revolusi industri keempat atau Industri 4.0 yang mencakup teknologi otomatisasi, pertukaran data, dan manufaktur menjadi topik pembicaraan di dunia bisnis. Digital Twin merupakan inti dari revolusi industri baru ini yang menghadirkan kemungkinan tak terbatas. Ia mengubah pendekatan tradisional ‘membangun dulu, baru menyempurnakan’ di dunia industri dan menghadirkan proses desain berbasis sistem yang lebih virtual yang menghadirkan peran yang jauh lebih efisien dari peralatan atau sistem apa pun dengan memahami fitur unik, kinerja, dan potensi masalah jika ada. Dengan Digital Twin, operator dapat dilatih pada mesin virtual tanpa mengeluarkan biaya untuk pelatih atau simulator khusus. Dengan evolusi lebih lanjut dari Pembelajaran Mesin dan Kecerdasan Buatan, masa depan tidak terlalu jauh bagi mesin untuk membawa otonomi ke tingkat berikutnya. Dalam dunia mesin industri yang otonom seperti itu, peran Digital Twin akan berkembang dan kita dapat menyaksikan peningkatan kesadaran diri dalam mesin. Mesin tersebut akan mampu mengoptimalkan kinerjanya, berkoordinasi dengan mesin lain, melakukan diagnosis diri, dan memperbaiki sendiri kesalahan jika ada, dengan intervensi minimal dari operator manual. Tidak diragukan lagi, ada masa depan yang menarik untuk dijalani di dunia Manufaktur dan Teknik dan Digital Twins merupakan langkah penting menuju ke sana.
 

Kesimpulan

Digital Twin mewakili pergeseran paradigma dalam cara kita berinteraksi dengan dan mengoptimalkan sistem fisik. Dari lantai manufaktur hingga kota pintar, dari perawatan kesehatan hingga kedirgantaraan, Digital Twin merevolusi cara kita mendesain, membangun, dan memelihara dunia kita. Seiring dengan semakin matangnya teknologi, kita dapat mengharapkan Digital Twin memainkan peran yang semakin penting dalam mendorong inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan di seluruh industri.

Bagi organisasi yang ingin tetap kompetitif di era digital, memahami dan memanfaatkan teknologi Digital Twin bukan lagi pilihan—ini adalah keharusan strategis. Dengan menjembatani dunia fisik dan digital, Digital Twin menawarkan wawasan dan kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya yang dapat mengubah bisnis dan seluruh industri.

Teknologi digital twin berpotensi mengubah beberapa industri dengan meningkatkan desain produk, meningkatkan produktivitas, memangkas biaya, dan memungkinkan pemeliharaan prediktif. Kendala seperti ketersediaan data, kompleksitas, keamanan, integrasi, dan akurasi memang ada. Bisnis perlu mempertimbangkan keuntungan dan kerugian teknologi digital twin dengan saksama sebelum melakukan investasi. Bisnis perlu berinvestasi dalam langkah-langkah keamanan siber, memastikan bahwa data mereka terkini dan benar, dan memiliki sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan dan mengintegrasikan teknologi digital twin secara efisien. Terlepas dari kekurangan ini, bisnis yang menggunakan teknologi digital twin akan memperoleh banyak keuntungan dari penerapannya.

Artikel Terbaru