Teknologi IoT dan Industrial IoT: Solusi Cerdas untuk Kehidupan dan Industri

Teknologi IoT dan Industrial IoT: Solusi Cerdas untuk Kehidupan dan Industri Perusahaan IOT Indonesia

Teknologi disruptif menyebabkan gelombang besar di sektor industri, memungkinkan organisasi untuk secara dramatis meningkatkan akses mereka ke data untuk menghubungkan orang, organisasi, dan teknologi. Teknologi disruptif ini memungkinkan organisasi untuk mengakses data pabrik, produksi, dan peralatan industri dari jarak jauh secara langsung. Tidak ada teknologi yang lebih besar dampaknya dalam beberapa tahun terakhir selain Internet of Things (IoT). IoT mengacu pada jaringan objek fisik yang dibuat secara cerdas, dengan elektronik, sensor, perangkat lunak, dan jaringan, yang memungkinkan objek-objek tersebut mengumpulkan dan bertukar data.

IIoT, yang merupakan singkatan dari Industrial Internet of Things, adalah konsep yang serupa. Keduanya memiliki fitur umum yaitu perangkat pintar yang terhubung. Perbedaannya adalah bagaimana mereka digunakan. Sementara IoT biasanya digunakan oleh konsumen atau pengguna akhir, IIoT digunakan untuk keperluan industri seperti manufaktur, pemantauan, dan manajemen rantai pasokan. Jika membandingkan keduanya, jelas bahwa IIoT menggunakan perangkat yang lebih canggih untuk memanfaatkan produksi dan pemantauan rantai pasokan yang ada. Tujuannya adalah untuk menyediakan data yang lebih akurat untuk memungkinkan otomatisasi mesin-ke-mesin secara akurat dan aman. Di sisi lain, tujuan utama IoT adalah menggunakan perangkat pintar untuk membantu meningkatkan kehidupan konsumen. Membuat hidup lebih nyaman adalah tujuan utama dari internet of things. Setelah memiliki pemahaman yang jelas tentang apa arti IoT industri, mari kita bahas bagaimana IoT akan digunakan dalam berbagai aplikasi.
 

IoT (Internet of Things)

IoT berarti Internet of Things. Hal ini mewakili koneksi dengan kemampuan superior untuk meningkatkan efisiensi, pengaruh, menghemat waktu dan biaya bagi organisasi. Koneksi sensitif dari perangkat di perusahaan tanpa campur tangan manusia adalah sorotan yang dibawa IoT ke perusahaan. Seiring dengan semakin banyaknya jenis peralatan yang memiliki kemampuan untuk terhubung ke Internet, maka IoT pun semakin berkembang. IoT mencakup berbagai macam perangkat. Mulai dari mesin pabrik, gardu listrik, hingga bangunan dan infrastruktur dapat menjadi bagian dari IoT, dengan jumlah perangkat yang terhubung terus bertambah setiap harinya. Produsen, perusahaan energi, pemerintah kota, dan berbagai jenis organisasi lainnya menggunakan IoT.

Teknologi IoT memungkinkan pengumpulan data secara otomatis dari berbagai fungsi, termasuk, misalnya, berapa banyak energi yang digunakan untuk penerangan di gedung atau berapa banyak air yang mengalir melalui pabrik pengolahan air limbah. Solusi dan perangkat IoT dapat mengirimkan data yang mereka kumpulkan ke sistem pusat melalui Internet. Manajer kemudian dapat menggunakan data ini untuk mengambil keputusan. Dengan menggunakan metode analisis data, pengguna dapat menelusuri data untuk menemukan wawasan yang lebih dalam dan memprediksi hasil di masa depan.

Teknologi IoT akan memberikan wawasan yang lebih baik dan berkualitas ke seluruh bagian bisnis. Mulai dari pasokan bahan baku hingga kontrol inventaris, informasi aset untuk menilai dan mempersiapkan pekerjaan pemeliharaan, meningkatkan kualitas barang dalam produksi, dan memonitor pengiriman barang dengan cermat. dan armada kendaraan pengiriman, memastikan kualitas pengalaman layanan pelanggan, dll. Aplikasi IoT berbasis cloud juga memungkinkan organisasi dan bisnis untuk secara langsung mengakses data eksternal dan internal secara real-time, sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat.
 

Aplikasi dan Contoh Penerapan IoT

IoT memiliki berbagai macam aplikasi di berbagai bidang, diantaranya::

  1. Rumah pintar: Perangkat IoT yang diintegrasikan ke dalam sistem keamanan rumah, manajemen energi, dan peralatan rumah tangga dapat membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih nyaman. Contohnya termasuk kunci pintar, termostat, dan sistem pencahayaan.

  2. Perangkat yang dapat dikenakan: Perangkat yang dapat dikenakan seperti pelacak kebugaran dan jam tangan pintar menggunakan IoT untuk memantau data kesehatan dan menawarkan wawasan yang dipersonalisasi kepada pengguna.

  3. Industri: IoT dapat mengoptimalkan proses produksi, memantau peralatan, dan mengurangi biaya di bidang manufaktur dan logistik.

  4. Pertanian: Sensor dan perangkat yang mendukung IoT memungkinkan petani untuk memantau kondisi tanah, cuaca, dan kesehatan tanaman, sehingga mendorong praktik pertanian yang lebih baik dan meningkatkan hasil panen.
     

Teknologi Utama

Beberapa teknologi utama yang dapat dikonsep sebagai IoT meliputi:

  1. Sensor: Sensor sangat penting untuk mengumpulkan data dari lingkungan, seperti suhu, kelembaban, atau gerakan.

  2. Konektivitas: Perangkat IoT memerlukan opsi konektivitas seperti Wi-Fi, Bluetooth, atau jaringan seluler untuk berbagi dan menerima data.

  3. Pemrosesan data: Perangkat IoT memproses dan menganalisis data yang dikumpulkan, baik secara lokal maupun di cloud, untuk menentukan tindakan yang tepat.

  4. Aktuator: Komponen ini mengubah keputusan berdasarkan data menjadi tindakan fisik, seperti membuka katup atau menyalakan lampu.

Pengembangan dan adopsi IoT terus berkembang pesat, berdampak pada berbagai industri dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan integrasi teknologi canggih dan pengembangan aplikasi baru, hal ini diharapkan akan menjadi lebih umum di tahun-tahun mendatang.
 

IIoT (Industrial Internet of Things)

IIoT adalah subkategori dari IoT, yang lebih mengacu kepada penerapan IoT di bidang industri. IIoT adalah teknologi utama dalam Industri 4.0, fase berikutnya dari revolusi industri. Industri 4.0 menekankan pada teknologi pintar, data, otomatisasi, interkonektivitas, kecerdasan buatan, serta teknologi dan kemampuan lainnya. Teknologi-teknologi ini merevolusi cara pabrik dan organisasi industri dijalankan. IIoT memiliki kegunaan dan fungsi yang sama dengan IoT yaitu mempermudah pekerjaan. Perusahaan dapat menerapkan dan mengintegrasikan sensor pintar ke dalam mesin manufaktur, sistem energi, dan infrastruktur seperti perpipaan dan kabel. Sensor-sensor ini, melalui data yang mereka kumpulkan dan fungsionalitas canggih yang mereka aktifkan, dapat membantu bisnis industri untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, keselamatan karyawan, dan banyak lagi.

IIoT meningkatkan komunikasi mesin-ke-mesin dan memberi manajer pabrik data yang memberi mereka gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana fasilitas mereka beroperasi. Melalui pengumpulan data granular yang berkelanjutan, perusahaan industri dapat mengawasi lebih dekat energi, air, dan sumber daya lain yang mereka gunakan, kapan mesin mereka bekerja, dan berapa banyak yang mereka hasilkan. Operator kemudian dapat melakukan penyesuaian manual, atau peralatan dapat menyesuaikan secara otomatis untuk mengoptimalkan operasi mereka. Melalui pengoptimalan yang berkelanjutan ini, perusahaan dapat menghemat energi, air, dan sumber daya dalam jumlah yang signifikan, sambil mempertahankan atau meningkatkan tingkat produktivitas. Jika digunakan dengan cara ini, IIoT dapat membantu perusahaan mencapai tujuan manufaktur ramping mereka. Pihak perusahaan juga dapat menggunakan IIoT untuk menginformasikan program pemeliharaan prediktif, mempercepat pengembangan produk, dan mencapai tujuan bisnis lainnya.
 

Aplikasi dan Contoh Penerapan IIoT

IIoT memainkan peran utama di banyak sektor industri, termasuk manufaktur, energi, transportasi, dan logistik. Beberapa contoh umum aplikasi IIoT adalah:

  1. Manufaktur cerdas: Merampingkan proses produksi melalui pemantauan waktu nyata, pemeliharaan prediktif, dan otomatisasi.

  2. Manajemen energi: Meningkatkan pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik melalui analisis data dan pemantauan jarak jauh.

  3. Manajemen armada: Melacak lokasi, kinerja, dan pemeliharaan kendaraan untuk mengoptimalkan operasi logistik.
     

Teknologi Utama

Beberapa teknologi yang memungkinkan implementasi dan fungsionalitas IIoT:

  1. Sensor dan aktuator: Perangkat ini mengumpulkan informasi penting tentang peralatan atau kondisi lingkungan dan memicu tindakan berdasarkan parameter tertentu.

  2. Konektivitas: Wi-Fi, jaringan seluler, dan protokol komunikasi lainnya memungkinkan transfer data tanpa hambatan di antara perangkat yang terhubung.

  3. Komputasi Edge: Sumber daya komputasi didistribusikan lebih dekat ke perangkat yang menghasilkan data, sehingga meningkatkan waktu respons dan mengurangi kepadatan jaringan.

  4. Analisis data: Algoritma canggih dan teknik pembelajaran mesin membantu organisasi untuk menganalisis data yang dikumpulkan dan membuat keputusan berdasarkan data.
     

Perbedaan antara IoT dan Industrial IoT

Ketika membedakan antara IoT dan Industrial IoT, penting untuk memahami bahwa IIoT adalah bagian dari teknologi IoT yang secara khusus merujuk pada teknologi yang digunakan untuk kegiatan industri. IIoT melibatkan banyak konsep dan fungsi yang sama, tetapi ada juga beberapa perbedaan antara IIoT dan aplikasi IoT pada umumnya. Berikut beberapa perbedaan antara IIoT dan IoT:

  1. Fokus pasar: IoT mencakup berbagai sektor dan pengguna. Konsumen, serta para profesional di industri seperti perawatan kesehatan, perusahaan, dan sektor publik, dapat menggunakan teknologi IoT. Karena IoT digunakan di antara begitu banyak sektor dan pengguna yang berbeda, IoT cenderung fokus pada aplikasi yang lebih umum. Sebaliknya, teknologi IIoT hanya digunakan di lingkungan industri oleh para profesional di bidang industri, yang berarti fokus pasarnya lebih kecil. Sasaran Pengguna teknologi IIoT dan IoT cenderung bertujuan untuk mencapai tujuan yang sedikit berbeda. Penerapan IoT cenderung ke arah pemakaian pribadi atau kelompok kecil untuk tujuan kemudahan. IIoT biasanya berfokus pada dua tujuan pertama dan tidak terlalu berpusat pada pengguna. Konsumen umum tidak menggunakan IIoT dalam kehidupan pribadi mereka, dan ini merupakan bagian dari proses industri.

  2. Perangkat akhir: Karena IIoT dan IoT memiliki fokus dan tujuan yang berbeda, keduanya seringkali menggunakan perangkat yang berbeda. Perangkat IIoT dirancang untuk memberikan data kepada pengguna tentang mesin mereka, dengan perangkat ini berintegrasi dengan mesin yang sudah ada daripada bekerja secara independen. Contoh perangkat ini termasuk pengontrol dan Pengontrol Logika yang Dapat Diprogram. Perangkat IoT biasanya merupakan perangkat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat digunakan secara mandiri, seperti termostat pintar, jam tangan pintar, dan asisten pintar. pengguna terkadang dapat menemukan sensor pintar IoT dan perangkat lain yang digunakan untuk meningkatkan infrastruktur.

  3. Risiko kegagalan: Perangkat IoT yang dalam penggunaannya mengalami kegagalan, dampaknya tidak terlalu besar. Umumnya, perangkat IoT tidak digunakan untuk proses penting yang berpotensi mengancam nyawa atau berbahaya jika gagal. Berbeda dengan IoT, perangkat IIoT dan kegagalan teknologi bisa lebih berbahaya, karena teknologi IIoT terhubung melalui jaringan dan dapat menciptakan situasi yang mengancam jiwa saat sebuah alat berat mengalami kegagalan.

  4. Kebutuhan pengembangan: Ketika perusahaan memproduksi perangkat IoT baru, mereka biasanya bertujuan untuk memberikan kenyamanan yang lebih besar bagi kehidupan sehari-hari pengguna. Fokus pengembangan lebih diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan, karena permintaan konsumen akan kemudahan penggunaan sangat tinggi. Pengembangan IIoT biasanya berfokus pada pembuatan perangkat baru yang dapat membuat operasi klien lebih efisien. Karena pabrik industri harus mengoptimalkan proses mereka untuk mengimbangi industri mereka, pengembang IIoT menggunakan metrik data untuk membuat perangkat yang membantu perusahaan memangkas biaya dan meningkatkan efisiensinya.

  5. Kompatibilitas dengan sistem lama: Perangkat IoT tidak terkait sistem lama yang telah ada, yang artinya dapat berjalan individu. Sedangkan perangkat IIoT harus cocok dan sesuai dengan sistem sebelumnya. Karena pabrik-pabrik ini seringkali memiliki peralatan yang tidak memiliki antarmuka atau fungsionalitas digital, banyak perangkat IIoT yang harus membantu peralatan lama untuk menyediakan data digital dan menerima perintah sistem TI.

  6. Persyaratan lingkungan: IoT digunakan untuk tujuan kenyamanan dan kemudahan yang harus tahan terhadap waktu dan lingkungan. Karena perangkat IIoT digunakan di lingkungan yang lebih keras, seperti pabrik energi, pabrik, dan kilang minyak, perangkat ini harus lebih tahan lama dan dapat diandalkan. Akibatnya, produsen perangkat IIoT biasanya mendesain perangkat mereka agar tahan terhadap kelembaban, gangguan radio, dan suhu ekstrem untuk memastikan perangkat tersebut memberikan hasil yang konsisten.

  7. Konektivitas dan Interoperabilitas: Konektivitas dan interoperabilitas sangat penting untuk ekosistem IoT dan IIoT. Akan tetapi, persyaratannya berbeda:
    a. IoT: Perangkat IoT yang berorientasi pada konsumen biasanya terhubung melalui protokol jaringan yang sudah dikenal seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan jaringan seluler. Mereka sering memprioritaskan kemudahan pengaturan dan penggunaan platform yang banyak digunakan untuk mendorong integrasi yang mulus dalam perangkat pintar.
    b. IIoT: Aplikasi industri membutuhkan konektivitas yang lebih khusus dan beragam. Koneksi kabel (misalnya, Ethernet), Jaringan Area Luas Berdaya Rendah (LPWAN), dan jaringan mesh nirkabel adalah hal yang umum dalam penerapan IIoT. Hal ini memberikan penekanan yang lebih tinggi pada keandalan, latensi rendah, dan kemampuan untuk menangani data dalam jumlah besar di berbagai perangkat dan protokol.

  8. Keamanan dan Privasi: Perbedaan mendasar lainnya muncul terkait keamanan dan privasi. Dengan IIoT, taruhannya tinggi karena melibatkan infrastruktur penting dan data industri yang sensitif. Sebagai hasilnya, solusi IIoT memprioritaskan:
    a. Protokol keamanan yang kuat
    b. Enkripsi data
    c. Kontrol akses
    d. Pembaruan keamanan yang sering dilakukan
    IoT, yang terutama melayani perangkat konsumen, relatif tidak terlalu menekankan keamanan dan privasi. Ini tidak berarti perangkat IoT tidak memiliki langkah-langkah keamanan, tetapi bisa jadi kurang canggih dibandingkan dengan sistem IIoT.
     

Dampak IoT terhadap Kota Pintar

IoT adalah teknologi utama yang memungkinkan kota pintar, yang menggunakan teknologi canggih untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari dan meningkatkan efisiensi operasi. IoT memungkinkan kota untuk mengumpulkan data dari infrastruktur kota dan menggunakan informasi tersebut untuk mengoptimalkan operasi dan mengambil keputusan. Teknologi ini dapat mendorong inovasi di berbagai bidang, meliputi:

  1. Infrastruktur: Kota pintar dapat mengintegrasikan sensor ke dalam infrastruktur mereka untuk meningkatkan program pemeliharaan, meningkatkan efisiensi, memungkinkan pengoperasian jarak jauh, dan mendapatkan manfaat lainnya. Infrastruktur ini mencakup segala hal, mulai dari lampu jalan dan jaringan air hingga jalan raya dan sistem transportasi. Dengan memasang pengatur waktu dan sensor gerak di lampu jalan, misalnya, kota pintar dapat memprogram lampu tersebut untuk menyala saat hari mulai gelap atau saat ada orang di dekatnya.

  2. Bangunan: IoT juga dapat membantu kota untuk meningkatkan efisiensi dan pengoperasian gedung-gedung milik pemerintah. Kota-kota dapat menggunakan teknologi pintar untuk mengumpulkan data dan mengoperasikan berbagai sistem dalam gedung dari jarak jauh, termasuk penerangan, pemanas, pendingin ruangan, dan lift.

  3. Pasokan energi: IoT dapat membantu meningkatkan keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan sistem tenaga listrik. IoT dapat berperan di hampir setiap aspek jaringan listrik termasuk gardu induk, pembangkit listrik energi terbarukan, fasilitas penyimpanan energi, dan banyak lagi. IoT dapat membantu operator untuk mendeteksi masalah peralatan secara dini, mengelola sumber daya pembangkit yang bervariasi, dan mengoptimalkan distribusi.

  4. Air: Memiliki sistem air yang dapat diandalkan untuk menyediakan air bersih bagi penduduk dan menangani air limbah dengan aman sangatlah penting. Dengan adanya sistem IoT, operator dapat lebih cepat mendeteksi kebocoran untuk mengurangi pemborosan dan menghindari gangguan layanan di masa depan yang mungkin terjadi jika pipa yang rusak tidak diperbaiki. Teknologi pintar juga dapat memungkinkan pengguna untuk memprediksi tingkat penipisan air dan membuat rencana yang lebih baik untuk masa depan.

  5. Transportasi dan lalu lintas: Teknologi IoT juga dapat meningkatkan sistem transportasi dan lalu lintas. Teknologi ini dapat membantu mengurangi penggunaan energi dalam sistem transportasi umum dan memungkinkan operator untuk mengontrol tampilan overhead di jalan raya atau pencahayaan di landasan pacu bandara dari jarak jauh. Dengan informasi ini, operator dapat dengan cepat bereaksi terhadap insiden di jalan raya atau keadaan darurat lainnya.
     

Dampak IIoT terhadap Pabrik Pintar

Teknologi IIoT merupakan elemen dasar dari transisi menuju Industri 4.0. Pabrik pintar dapat mengintegrasikan teknologi IIoT ke dalam beragam peralatan dan memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan pekerja, dan produktivitas. Beberapa cara utama pabrik menggunakan teknologi IIoT meliputi:

  1. Produksi cerdas: Mengintegrasikan teknologi pintar ke dalam mesin dan sistem manufaktur memungkinkan mereka untuk berkomunikasi satu sama lain, menciptakan pabrik yang terhubung. Semua data yang dikumpulkan dari peralatan yang terhubung ini dapat masuk ke dalam basis data pusat di mana karyawan dapat mengaksesnya. Dengan memiliki data di satu tempat, manajer dapat melihat fasilitas secara menyeluruh. Mereka dapat melihat kapan mesin tertentu beroperasi serta detail tentang kinerjanya. Mereka juga dapat memperoleh wawasan tentang jumlah sumber daya yang digunakan, jumlah unit yang diproduksi, dan banyak lagi.

  2. Manajemen energi: Proses industri seringkali menggunakan energi dalam jumlah besar, sehingga perbaikan kecil dalam manajemen energi dapat membantu perusahaan industri menghemat banyak uang dan meningkatkan kinerja lingkungan mereka. Dengan solusi IIoT, manajer dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang penggunaan energi di seluruh perusahaan dan fasilitas. Mereka juga dapat melihat detail tentang konsumsi energi dari masing-masing mesin. Dengan menggunakan data dari sensor pintar, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan energi mereka. Mereka dapat menentukan di mana mereka menggunakan energi paling banyak dan mengidentifikasi mesin yang tidak efisien. Hal ini bahkan dapat membantu menambahkan sumber daya energi terbarukan ke fasilitas.

  3. Pemeliharaan prediktif: Teknologi IIoT dapat membantu organisasi industri meningkatkan efisiensi mereka dengan meningkatkan program pemeliharaan prediktif. Pemeliharaan prediktif melibatkan pemantauan kondisi dan kinerja peralatan untuk memprediksi kapan peralatan tersebut akan rusak. Pekerja kemudian dapat mencegah kegagalan ini dengan melakukan pemeliharaan. Pemeliharaan semacam ini berbeda dengan pemeliharaan reaktif, di mana pekerja memperbaiki mesin setelah terjadi masalah. Sensor pintar dapat memberikan informasi terperinci tentang bagaimana sebuah mesin berfungsi, sehingga pekerja dapat memprediksi kegagalan lebih awal dan lebih akurat. Pekerja bahkan dapat menerima peringatan tentang operasi yang tidak biasa dan potensi masalah. Pemeliharaan prediktif berkemampuan IoT ini membantu perusahaan mengurangi waktu henti dan meningkatkan efisiensi.
     

Pemilihan antara IoT dan Industrial IoT

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IoT, khususnya jasa pembuatan perangkat IoT, baik dalam skala kecil, menengah, atau besar, terlebih dahulu perlu mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan Internet of Things. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, diantaranya:

  1. Pahami dampaknya: Baik IoT maupun Industrial IoT, keduanya sama-sama memiliki dampak yang cukup signifikan dalam menyelesaikan pekerjaan jika dibandingkan dengan pekerjaan tradisional. Tentukan targetnya, apakah ingin menyelesaikan pekerjaan skala menengah kebawah seperti smart home, smart farming, dan semacamnya, atau ingin memajukan bisnis industri skala besar menggunakan teknologi. Keduanya memiliki fokus yang berbeda, IoT terutama meningkatkan kehidupan sehari-hari, sementara IIoT mengubah cara industri beroperasi.

  2. Pikirkan tentang data: Dikarenakan fokus keduanya yang berbeda, maka tindakan lebih lanjut terhadap data yang telah didapatkan pun juga berbeda. Data yang dihasilkan dari IoT lebih mengarah kepada kenyamanan dan kemudahan pengguna dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sedangkan data yang dihasilkan dari Industrial IoT digunakan untuk kelancaran bisnis dan pengambilan keputusan yang tepat. Jika tujuan datanya adalah untuk membuat pilihan bisnis yang penting, IIoT bisa jadi lebih cocok. Akan tetapi jika untuk tujuan kenyamanan dan kemudahan, IoT sudah cukup akan hal tersebut.

  3. Toleransi terhadap waktu henti: Jika perangkat IoT dalam skala rumahan atau menengah kebawah tidak berfungsi, hal ini akan tidak terlalu mengganggu karena masih bisa dilakukan secara manual. Akan tetapi jika sistem IIoT gagal, jalur produksi bisa terhenti, atau lebih buruk lagi. IIoT menuntut keandalan dan redundansi yang tinggi. Jika waktu henti akan mahal atau berbahaya, investasi dalam infrastruktur IIoT yang kuat diperlukan.

  4. Pertimbangkan kompleksitas dan keahlian: Perangkat IoT biasanya mudah digunakan, sedangkan IIoT seringkali membutuhkan pengetahuan khusus. Solusi IIoT mungkin memerlukan teknisi atau konsultan khusus untuk pengaturan dan pemeliharaan.

  5. ‍Biaya pengeluaran: Sistem IIoT jauh lebih mahal, seringkali membutuhkan sensor, peralatan jaringan, dan perangkat lunak analisis yang mahal. Sistem IoT biasanya lebih terjangkau untuk pengguna biasa. Namun, untuk organisasi besar, peningkatan efisiensi, otomatisasi, dan pengoptimalan yang disediakan oleh IIoT dapat menghemat uang dalam jangka panjang.
     

Kesimpulan

Secara fundamental dan struktural, IIoT mirip dengan IoT (dan karenanya merupakan bagian dari IoT) tetapi memiliki aplikasi, persyaratan, dan tantangan yang berbeda. IIoT pada dasarnya difokuskan pada kasus penggunaan industri, dan persyaratan bisnis mendorong adopsi. Pengguna IIoT memiliki persyaratan dan harapan yang berbeda dari pengguna produk IoT tingkat konsumen. Hasilnya, sistem IIoT dirancang untuk memenuhi tuntutan aplikasi industri ini. IIoT adalah bagian dari IoT yang lebih luas. Sementara IoT menghubungkan perangkat dan objek biasa ke internet, IIoT berfokus secara khusus pada peralatan dan aplikasi industri. Jadi semua alat dan aplikasi IIoT adalah IoT, tetapi tidak semua aplikasi IoT adalah IIoT.

IoT dan IIoT memiliki beberapa kesamaan utama. Keduanya memanfaatkan sensor dan aktuator yang terhubung untuk mengumpulkan dan berbagi data melalui internet dan juga bertujuan untuk mendapatkan wawasan dan mengoptimalkan sistem melalui analisis data dan otomatisasi. Namun, cakupan dan skala penerapan IIoT cenderung jauh lebih besar karena kompleksitas lingkungan industri. Otomatisasi tradisional menggunakan algoritme dan sistem kontrol yang telah diprogram sebelumnya untuk mengotomatisasi proses industri. IIoT membangunnya dengan menggunakan sensor dan perangkat yang terhubung untuk menghasilkan data yang dapat dianalisis secara real time. Pendekatan berbasis data ini memungkinkan otomatisasi yang lebih adaptif dan cerdas. IIoT juga memungkinkan pemantauan dan kontrol sistem jarak jauh melalui konektivitas cloud.

Artikel Terbaru